Salah Istilah Kontrak, Procurement Bisa Buntung

Staf procurement pelajari bahasa inggris pengadaan barang

Bahasa inggris pengadaan barang yang krusial mencakup pemahaman Incoterms, perbedaan Condition dan Warranty, serta klausul SOW dan force majeure, karena salah tafsir di sini bisa berujung kerugian finansial nyata bagi perusahaan.

Saya pernah dengar cerita tim procurement yang gagal klaim ganti rugi cuma karena salah memahami satu kata di kontrak. Bukan salah ketik, tapi salah konsep.

Ini bukan soal grammar sempurna. Ini soal paham konsekuensi hukum dari setiap istilah yang tertulis di atas kertas.

 

Kenapa Hirarki Ketentuan Kontrak Itu Penting Dipahami Procurement?

Hirarki ketentuan kontrak penting karena tidak semua poin kontrak punya bobot hukum yang sama, dan salah membedakannya bisa membuat perusahaan kehilangan hak untuk membatalkan kontrak saat vendor lalai.

Menurut Will Chen, solicitor di England & Wales, ada tiga istilah yang wajib dibedakan tim procurement:

  • Condition: ketentuan vital, pelanggaran di sini memberi hak membatalkan kontrak sekaligus menuntut ganti rugi.
  • Warranty: ketentuan kurang krusial, pelanggaran hanya memberi hak menuntut ganti rugi, bukan membatalkan kontrak.
  • Innominate Term: dampaknya tergantung seberapa serius pelanggaran tersebut memengaruhi manfaat kontrak secara keseluruhan.

Will Chen menjelaskan pentingnya memahami perbedaan antara Condition dan Warranty untuk mengetahui kapan perusahaan benar-benar punya hak legal untuk memutuskan hubungan kerja dengan vendor yang nakal.

Kalau tim Anda asal tanda tangan tanpa cek bagian ini, bisa-bisa vendor melanggar janji besar tapi perusahaan cuma berhak minta ganti rugi kecil.

 

Apa Saja Istilah Incoterms yang Wajib Dipahami Tim Procurement?

Istilah Incoterms yang wajib dipahami adalah EXW, FCA, DDP, dan FOB, karena masing-masing menentukan kapan tanggung jawab dan risiko pengiriman berpindah dari penjual ke pembeli.

Salah pilih istilah ini bukan cuma soal administrasi, tapi soal siapa yang menanggung kerugian kalau barang rusak di tengah jalan:

  • EXW (Ex Works): risiko berpindah di lokasi penjual, pembeli menanggung hampir semua biaya pengiriman.
  • FCA (Free Carrier): penjual menyerahkan barang ke kurir yang ditunjuk pembeli di tempat tertentu.
  • DDP (Delivered Duty Paid): penjual bertanggung jawab penuh sampai barang tiba dan pajak impor dibayar, sangat berisiko bagi penjual yang tidak paham regulasi lokal.
  • FOB (Free on Board): khusus transportasi air, risiko pindah setelah barang dimuat ke kapal.

Pemahaman soal Incoterms ini juga relevan dengan pembahasan SOP HRD mengirim karyawan pelatihan ke Pare untuk efisiensi bisnis kalau perusahaan Anda berencana melatih tim procurement secara khusus soal bahasa Inggris teknis ini.

 

Bagaimana Klausul SOW dan SLA Mencegah Konflik dengan Vendor?

Klausul SOW dan SLA mencegah konflik dengan cara menetapkan standar kerja dan metrik terukur secara tertulis, sehingga tidak ada ruang tafsir berbeda antara perusahaan dan vendor saat terjadi masalah.

Alya Nisania, procurement expert, menekankan bahwa SOW yang ambigu adalah akar konflik utama dalam kerja sama dengan vendor asing.

Beberapa klausul yang wajib ada dalam kontrak pengadaan barang internasional:

  • SOW (Scope of Work): harus spesifik, mencakup jadwal, standar kualitas, dan spesifikasi produk secara detail.
  • SLA (Service Level Agreement): menetapkan metrik terukur seperti uptime 99.9% dan penalti jika target tidak tercapai.
  • Force Majeure: harus mencantumkan daftar kejadian spesifik dan kewajiban notifikasi dalam jangka waktu tertentu, misalnya 7 hari.
  • Liquidated Damages: estimasi ganti rugi finansial yang disepakati di awal jika terjadi keterlambatan atau kegagalan performa.

Stephanie Overby, SLA expert, menyarankan agar metrik dalam SLA didesain untuk memotivasi perilaku yang benar dari kedua belah pihak, bukan hanya sebagai alat penghukum semata.

 

Apa Kesalahan Bahasa yang Paling Sering Terjadi dalam Kontrak Pengadaan?

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah penggunaan istilah yang terlalu umum dan tidak terukur, seperti "reasonable timeframe" yang seharusnya diganti dengan angka spesifik.

Berikut beberapa istilah ambigu yang sering bikin masalah, dan versi perbaikannya:

Istilah Ambigu

Versi Spesifik

Reasonable Timeframe

Within 15 business days

Substantial Completion

95% of deliverables approved

Kalau kontrak Anda pakai dua bahasa, pastikan juga ada klausul yang menetapkan bahasa mana yang berlaku saat terjadi perbedaan interpretasi, misalnya dengan kalimat "In case of discrepancy, the English version shall prevail".

 

Penandatanganan kontrak pengadaan barang dengan vendor asing
Penandatanganan kontrak pengadaan barang dengan vendor asing

Bagaimana Menyelesaikan Sengketa Lintas Negara Secara Efisien?

Sengketa lintas negara lebih efisien diselesaikan lewat klausul arbitrase di tempat netral seperti Singapura atau UNCITRAL, dibanding membawa kasus ke pengadilan lokal masing-masing pihak yang prosesnya lebih panjang.

Saya melihat banyak perusahaan kecil yang lupa mencantumkan klausul ini di awal. Akibatnya, saat masalah muncul, tidak ada kejelasan forum penyelesaian dan prosesnya jadi berlarut-larut.

Kosakata pengadaan barang yang spesifik dan terukur bukan cuma soal terlihat profesional di mata vendor asing. Ini soal melindungi perusahaan dari kerugian finansial yang sebenarnya bisa dicegah.

Kalau tim procurement Anda butuh penguatan bahasa Inggris bisnis dan legal secara intensif, cek dulu program yang tersedia untuk kebutuhan spesifik seperti ini.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *