Cara Mudah Memahami Figurative Language Bahasa Inggris

Cara Mudah Memahami Figurative Language Bahasa Inggris

Global English— Cara memahami figurative language bahasa Inggris adalah dengan mengenali jenisnya terlebih dahulu, memahami konteks kalimatnya, lalu menghubungkan makna figuratifnya dengan situasi yang sedang dibicarakan penutur.

Figurative language adalah bahasa yang maknanya berbeda atau melampaui arti literal kata-katanya. Jenisnya meliputi idiom, metafora, simile, hiperbola, personifikasi, dan ironi.

Pemahaman figurative language adalah kunci untuk memahami sastra, media, dan percakapan native speaker secara penuh. Strategi paling efektif adalah pengenalan konteks, bukan terjemahan kata per kata.

Menurut penelitian dari Cambridge Assessment English tahun 2022, 68% kesalahan pemahaman teks tingkat lanjut disebabkan oleh figurative language yang salah diinterpretasikan.

 

Apa Itu Figurative Language dan Mengapa Penting?

Figurative language adalah penggunaan kata-kata atau ekspresi yang maknanya tidak bisa dipahami secara harfiah, melainkan melalui perbandingan, asosiasi, atau konvensi budaya yang sudah disepakati.

Tanpa kemampuan memahami figurative language, seseorang bisa salah memahami teks, percakapan, atau media berbahasa Inggris secara fundamental.

Bayangkan membaca kalimat "The project is dead in the water" dan mengartikannya sebagai proyek yang benar-benar ada di bawah air. Maknanya yang sebenarnya adalah proyek tersebut sudah tidak bisa dilanjutkan atau gagal total.

Native speaker menggunakan figurative language secara intuitif dan sangat sering. Memahaminya bukan sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan dasar untuk kefasihan nyata.

Apa Saja Jenis Figurative Language yang Paling Sering Muncul?

Jenis figurative language yang paling sering ditemui dalam bahasa Inggris adalah idiom, metafora, simile, hiperbola, dan personifikasi, masing-masing dengan karakteristik dan cara penggunaan yang berbeda.

Idiom

Idiom adalah ekspresi tetap yang maknanya sudah disepakati secara kultural dan tidak bisa disimpulkan dari kata-kata penyusunnya. Idiom adalah jenis figurative language yang paling banyak ditemui dalam percakapan informal.

Contoh: "Break a leg" tidak berarti mematahkan kaki. Artinya adalah ucapan semoga berhasil, terutama sebelum penampilan panggung.

Metafora (Metaphor)

Metafora menyamakan dua hal berbeda secara langsung tanpa menggunakan kata pembanding "like" atau "as." Metafora menyatakan bahwa sesuatu adalah sesuatu yang lain.

Contoh: "Life is a journey" tidak berarti hidup secara harfiah adalah perjalanan fisik. Ini menyamakan proses kehidupan dengan perjalanan: ada awal, rute, hambatan, dan tujuan.

Contoh lain: "Time is money" — digunakan untuk menekankan bahwa waktu memiliki nilai ekonomis dan tidak boleh disia-siakan.

 

Baca Juga: Idiom Aneh Tapi Sering Dipakai Native Speaker

 

Simile

Simile membandingkan dua hal berbeda menggunakan kata "like" atau "as." Simile lebih eksplisit dari metafora karena menyatakan perbandingan, bukan penyamaan.

Contoh: "She sings like an angel" berarti suaranya sangat indah, dibandingkan dengan gambaran ideal tentang suara malaikat.

Contoh lain: "He's as stubborn as a mule" berarti orang tersebut sangat keras kepala, menggunakan karakter keledai sebagai pembanding.

Hiperbola (Hyperbole)

Hiperbola adalah pernyataan yang dilebih-lebihkan secara dramatis untuk efek penekanan atau humor, bukan untuk diartikan secara harfiah.

Contoh: "I've told you a million times" tidak berarti benar-benar satu juta kali. Ini adalah penekanan bahwa sesuatu sudah disampaikan sangat sering dan terasa melelahkan.

Contoh lain: "I'm so hungry I could eat a horse" berarti sangat lapar sekali, bukan benar-benar ingin memakan kuda.

Personifikasi (Personification)

Personifikasi memberikan sifat manusia kepada benda mati, hewan, atau konsep abstrak untuk menciptakan efek ekspresif atau emosional.

Contoh: "The wind whispered through the trees" memberikan kemampuan berbisik kepada angin, yang tentu saja tidak bisa dilakukan angin secara harfiah.

Contoh lain dalam konteks bisnis: "The market is nervous today" — pasar diberikan emosi layaknya manusia.

Ironi dan Sarkasme (Irony and Sarcasm)

Ironi adalah ketika makna yang disampaikan berbeda atau berlawanan dengan kata-kata yang diucapkan. Sarkasme adalah bentuk ironi yang tajam dan sering mengandung kritik.

Contoh: Ketika hujan deras turun dan seseorang berkata "Great weather we're having!" — mereka jelas tidak benar-benar menyukai cuaca tersebut.

Ironi dan sarkasme sangat umum dalam humor bahasa Inggris, khususnya British English, dan sering membingungkan pelajar yang mengambil kalimat terlalu harfiah.

 

Baca Juga: Idiom Gaul Native Speaker Amerika yang Paling Sering Dipakai

 

Strategi Praktis Memahami Figurative Language

Strategi paling efektif untuk memahami figurative language adalah kombinasi antara pembacaan konteks, pengenalan pola, dan eksposur berkelanjutan terhadap bahasa asli penutur asli.

Langkah 1: Kenali Sinyal Figuratif

Ketika sebuah kalimat tidak masuk akal secara harfiah, itu adalah sinyal bahwa kemungkinan besar figurative language sedang digunakan. Pertanyakan: apakah makna ini bisa terjadi secara fisik? Jika tidak, cari makna figuratifnya.

Langkah 2: Perhatikan Konteks Kalimat dan Percakapan

Konteks adalah kunci utama. Perhatikan topik pembicaraan, nada suara (jika lisan), dan situasi yang sedang dibahas. Figurative language hampir selalu bisa dipahami dengan benar melalui konteks meskipun tidak mengetahui ekspresinya sebelumnya.

Langkah 3: Identifikasi Jenis Figurative Language

Setelah menyadari ada figurative language, tentukan jenisnya. Apakah ini perbandingan langsung (metafora), perbandingan dengan "like/as" (simile), atau ekspresi tetap yang artinya sudah baku (idiom)? Identifikasi jenis membantu menentukan cara interpretasi yang tepat.

Langkah 4: Cari Konfirmasi dari Kamus atau Sumber Terpercaya

Untuk idiom yang tidak dikenal, langsung cek di Oxford Dictionary of Idioms, Cambridge Dictionary, atau Merriam-Webster. Jangan menebak makna idiom yang belum pernah didengar sebelumnya karena interpretasi yang salah bisa membawa kesalahpahaman serius.

Langkah 5: Catat dan Gunakan dalam Konteks

Catat figurative language baru beserta kalimat konteks di mana ekspresi tersebut ditemukan. Buat kalimat sendiri menggunakan ekspresi tersebut. Retensi meningkat secara signifikan ketika ekspresi baru dipraktikkan dalam konteks personal.

Cara Mudah Memahami Figurative Language Bahasa Inggris
Remaja perempuan Indonesia tekun mencatat di meja belajar

Perbedaan Figurative Language dan Bahasa Literal

Figurative language berbeda dari bahasa literal karena maknanya bergantung pada konvensi kultural dan asosiasi, bukan pada definisi kamus masing-masing kata.

Contoh perbandingan:

Literal: "The meeting was long and unproductive." Figuratif: "The meeting went around in circles and we got nowhere."

Keduanya menyampaikan pesan yang sama, tetapi versi figuratif lebih ekspresif dan terasa lebih natural dalam percakapan informal native speaker.

Kemampuan membedakan keduanya adalah tanda kematangan berbahasa. Pelajar tingkat lanjut yang masih menginterpretasikan semua kalimat secara literal akan terus mengalami kebingungan dalam pemahaman teks dan percakapan asli.

 

Kesimpulan Praktis

Memahami figurative language bahasa Inggris adalah keterampilan yang dibangun secara bertahap melalui eksposur konsisten dan latihan aktif. Tidak ada jalan pintas, tetapi strateginya jelas: kenali jenisnya, baca konteksnya, verifikasi jika ragu, dan praktikkan.

Pelajar yang menguasai figurative language akan menemukan pengalaman membaca, mendengarkan, dan berbicara dalam bahasa Inggris menjadi jauh lebih kaya dan natural.

 

Penulis & Publikasi: Sholikhatun Nikmah (snn)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *