Kontrak Freelance Luar Negeri, Waspada Klausul Ini
Kontrak freelance luar negeri sering menyisipkan klausul Work Made For Hire yang membuat klien dianggap sebagai pencipta asli, bukan freelancer yang benar-benar mengerjakan karya tersebut.
Saya sering
dengar cerita freelancer yang baru sadar belakangan bahwa karyanya sudah bukan
miliknya lagi, padahal dia yang mengerjakan dari nol. Semua gara-gara satu
klausul yang terlewat dibaca.
Ini bukan
hal sepele. Ini soal hak Anda atas karya sendiri.
Apa saja istilah dasar
yang wajib dipahami di kontrak freelance luar negeri?
Sebelum
membahas hal rumit, kenali dulu glosarium dasarnya:
- Agreement: keseluruhan kontrak
atau persetujuan antara dua pihak atau lebih.
- Consideration: imbalan atau
kompensasi atas jasa yang diberikan.
- Obligation: tanggung jawab yang
harus dipenuhi freelancer maupun klien.
- Breach of Contract: tindakan
yang melanggar ketentuan kontrak.
- Indemnity: klausul ganti rugi
yang melindungi salah satu pihak dari kerugian.
- Governing Law: menentukan hukum
negara mana yang dipakai untuk menyelesaikan sengketa.
Memahami
istilah ini bagian penting dari bahasa Inggris industri kreatif yang
jarang diajarkan di kelas bahasa biasa, padahal krusial buat freelancer
internasional.
Apa beda copyright dan
licensing dalam kontrak freelance?
Bedanya
krusial, dan ini yang sering bikin freelancer rugi tanpa sadar.
Copyright
adalah hak eksklusif pencipta yang timbul otomatis begitu karya diwujudkan
dalam bentuk nyata. Lewat Copyright Transfer Agreement, freelancer mengalihkan
hak ekonominya ke klien, yang sering membatasi freelancer mempublikasikan
karyanya sendiri di kanal lain.
Licensing
berbeda. Ini izin tertulis untuk menggunakan karya tanpa mengalihkan
kepemilikan. Freelancer tetap memegang hak cipta sambil memberi hak penggunaan
ke klien.
Lisensi
sendiri bisa bersifat:
- Exclusive, hanya untuk satu
klien saja.
- Non-exclusive, bisa dijual ke
klien lain juga.
Apa itu klausul Work Made
For Hire dan kenapa harus diwaspadai?
Work Made
For Hire (WMFH) adalah istilah teknis dalam hukum Amerika Serikat yang sering
muncul di kontrak internasional. Lewat klausul ini, klien dianggap sebagai
"author" pencipta asli sejak awal, bukan freelancer yang benar-benar
mengerjakan.
Konsekuensinya
cukup berat:
- Freelancer kehilangan kendali
penuh atas karyanya.
- Tidak bisa melarang modifikasi
karya oleh klien.
- Mungkin tidak punya hak
memajang karya di portofolio tanpa izin klien.
Untuk
freelancer yang bukan karyawan tetap, WMFH sebenarnya hanya sah kalau karya
masuk 9 kategori spesifik dan disetujui secara tertulis.
Kalau nama saya sudah
tidak wajib dicantumkan di kontrak, apa artinya?
Artinya
Anda sedang berhadapan dengan Moral Rights Waiver, dan ini sinyal bahaya yang
perlu Anda perhatikan serius.
Meskipun
hak ekonomi sudah dialihkan, freelancer secara teori tetap punya moral rights:
- Right of Attribution, hak untuk
diakui sebagai pencipta karya.
- Right of Integrity, hak menolak
modifikasi yang bisa merusak reputasi pencipta.
Kalau
klausul waiver ini muncul, klien meminta Anda melepaskan hak dicantumkan
namanya atau hak keberatan jika karya diubah secara drastis.
Hilman
Fathoni dari Creative Commons Indonesia menyoroti risiko besar bagi pencipta
yang tidak memahami kontrak. Freelancer yang tidak paham hak dan kewajibannya
bisa dianggap melanggar hak cipta karyanya sendiri kalau dipublikasikan di
tempat lain tanpa izin.
Lebih baik pilih Copyright
Assignment atau Work Made For Hire?
Menurut
Linda Joy Kattwinkel, pengacara kekayaan intelektual sekaligus mantan desainer,
lebih baik memilih Copyright Assignment daripada Work Made For Hire.
Alasannya,
dalam Assignment freelancer masih punya hak hukum untuk membatalkan pengalihan
tersebut setelah 35 tahun di bawah hukum Amerika Serikat. Sementara dalam WMFH,
hak itu hilang selamanya.
Kalau terpaksa terima
kontrak Work Made For Hire, apa yang harus dilakukan?
Naikkan
tarif Anda, jangan disamakan dengan proyek biasa. MBD, ilustrator profesional
dari Ilustrasee, memberikan ulasan praktis bahwa kontrak jenis WMFH harus
dikenakan tarif jauh lebih tinggi, bisa beberapa kali lipat.
Alasannya
masuk akal, freelancer menanggung kerugian karena nama mereka tidak wajib
dicantumkan, sementara klien bisa meraup untung tanpa batas seumur hidup dari
karya itu.
Baca Juga: Prompt AI Bahasa Inggris, Rahasia Hasil Presisi
Bagaimana strategi
negosiasi kontrak dalam bahasa Inggris yang aman?
Dua
strategi yang paling sering dipakai praktisi:
- Kondisikan pengalihan hak cipta
atau lisensi berlaku setelah pembayaran penuh diterima, dengan frasa
"conditioned upon full payment".
- Waspadai klausul "backup
assignment" yang biasa ditambahkan klien untuk memastikan kepemilikan
tetap berpindah meski doktrin WMFH dianggap tidak berlaku pengadilan.
Menguasai
bahasa kontrak seperti ini juga sejalan dengan cara Anda menyampaikan diri saat
pitching portofolio desain ke klien baru, karena kedua hal ini sama-sama
soal membangun kepercayaan lewat kejelasan.
Glosarium Singkat Istilah
Kontrak (Inggris - Indonesia)
|
Istilah Inggris |
Arti Indonesia |
|
Agreement |
Persetujuan/kontrak |
|
Consideration |
Imbalan/kompensasi |
|
Obligation |
Kewajiban |
|
Breach of Contract |
Pelanggaran kontrak |
|
Indemnity |
Ganti rugi |
|
Governing Law |
Hukum yang berlaku |
|
Copyright Assignment |
Pengalihan hak cipta |
|
Licensing |
Pemberian lisensi |
|
Moral Rights Waiver |
Pelepasan hak moral |
![]() |
| Close-up tangan menandatangani dokumen kontrak |
Mau paham lebih dalam soal
bahasa kontrak dan negosiasi bisnis kreatif?
Kalau Anda
ingin lebih percaya diri membaca dan menegosiasikan kontrak berbahasa Inggris
seperti ini, ada pilihan paket dan program belajar yang bisa
disesuaikan dengan kebutuhan freelancer kreatif.
Kontrak
freelance luar negeri bukan sekadar formalitas tanda tangan. Ini dokumen yang
menentukan apakah karya Anda tetap jadi milik Anda, atau berpindah tangan
selamanya tanpa Anda sadari.
DAFTAR
SUMBER
- Creative Commons Indonesia.
Pengalihan Hak Cipta (Copyright Transfer Agreement) Ciptaan vs Pelisensian
Ciptaan.
- Owen, Wickersham &
Erickson, P.C. Legalities 4: What is Work Made For Hire?
- Flag Red. Moral Rights Waiver
for Freelancers: What to Watch For in Contracts.
Penulis: Rachel Wijayani (cel)


