Bahasa Inggris Ground Handling, Kenapa Wajib?

Marshaller praktik bahasa inggris ground handling di apron bandara

Bahasa inggris ground handling adalah fraseologi standar internasional yang wajib dikuasai staf darat bandara demi mencegah kesalahan komunikasi fatal di area apron.

Kalau kamu bayangkan kerja di bandara cuma soal angkat koper dan pandu pesawat pakai bendera, coba pikir ulang. Bahasa inggris ground handling jadi salah satu syarat paling krusial buat siapa pun yang mau kerja di area sisi udara bandara.

Satu kata yang salah dengar bisa berujung insiden. Bukan lebay, ini fakta yang didukung data.

 

Kenapa Bahasa Inggris Ground Handling Dianggap Instrumen Keselamatan Kerja?

Karena ICAO menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa operasional resmi penerbangan sipil global, dengan istilah standar yang diatur dalam Manual of Radiotelephony atau Doc 9432. Komunikasi di area ini dilarang keras pakai bahasa kasual.

Contoh nyatanya begini. Istilah resmi seperti "Cleared for take-off" tidak boleh diganti sembarangan dengan kalimat santai seperti "You can go now", karena berpotensi menimbulkan ambiguitas fatal.

Untuk mencegah misinterpretasi, diterapkan protokol read-back dan hear-back, yaitu setiap instruksi verbal yang diterima wajib diulang persis oleh penerima pesan, lalu divalidasi kembali oleh pemberi instruksi.

Ni Putu Yeni Anita, pramugari berpengalaman sekaligus penulis aviasi, punya cara jitu menjelaskan kenapa hal sekecil ini krusial.

"Komunikasi di dunia penerbangan adalah proses koordinasi ketat yang membutuhkan ketepatan, empati, dan disiplin tinggi. Keselamatan penerbangan tidak terbatas pada kecanggihan teknologi otomatis saja. Ada ribuan kalimat, kode, dan isyarat yang harus tersampaikan secara sempurna tanpa celah demi memastikan setiap pesawat tiba dengan selamat."

 

Seberapa Besar Dampak Kesalahan Komunikasi di Area Ground Handling?

Cukup besar, bahkan mengejutkan kalau lihat datanya langsung. ICAO Safety Report 2024 mencatat 15% hingga 30% dari seluruh kecelakaan penerbangan komersial terjadwal di dunia melibatkan unsur kesalahan komunikasi.

Data yang lebih spesifik datang dari riset Puspitasari (2024) di Politeknik Penerbangan Surabaya:

  • Hampir 89% insiden ground handling di area parkir bandara disebabkan kesalahan komunikasi
  • Kesalahan ini mencakup komunikasi verbal maupun isyarat non-verbal antara pilot dan petugas marshaller

Riset global EASA (NLR-CR-2010-125) juga mengidentifikasi kecakapan bahasa Inggris sebagai salah satu faktor manusia paling krusial di area ramp, bersanding dengan kelelahan staf, stres, dan tekanan waktu akibat target ketepatan keberangkatan.

Buat kamu yang sedang bersiap masuk industri ini, memahami standar bahasa Inggris seperti ini juga sejalan dengan persiapan icao english test yang jadi syarat wajib banyak posisi operasional penerbangan.

 Baca Juga: Kosakata Darurat Penerbangan Wajib Hafal

Apa Bedanya Manual IATA AHM dan IGOM?

AHM membahas kebijakan atau "apa yang harus dilakukan", sedangkan IGOM membahas prosedur praktis atau "bagaimana cara melakukannya". Keduanya saling melengkapi demi menjaga standar operasional seragam di seluruh dunia.

Rinciannya begini:

  • IATA Airport Handling Manual (AHM): mencakup kebijakan penanganan penumpang, kargo, keselamatan, spesifikasi peralatan darat, hingga pengelolaan limbah bandara
  • IATA Ground Operations Manual (IGOM): mencakup prosedur praktis penanganan bagasi, keselamatan fueling, manajemen cuaca buruk, hingga komunikasi isyarat tangan standar bahasa Inggris

Kualitas kepatuhan terhadap kedua manual ini diaudit secara global lewat program IATA Safety Audit for Ground Operations atau ISAGO, demi memastikan mutu operasional tetap selaras di seluruh dunia.

 

Siapa Saja yang Wajib Menguasai Bahasa Inggris Ground Handling?

Bukan cuma pilot dan ATC. Petugas Apron Movement Control (AMC), staf AVSEC, sampai marshaller juga wajib menguasainya karena berinteraksi langsung dengan kru pesawat setiap hari.

A.D. Balk dan J.W. Bossenbroek, peneliti senior di Air Transport Safety Institute NLR Belanda, lewat laporan riset untuk European Aviation Safety Agency menekankan pentingnya standardisasi fraseologi bahasa Inggris di area ramp untuk menekan risiko salah pengertian di bawah tekanan waktu kerja.

I Gede Tantra Jaya Megananda dan Hemi Pamuraharjo, peneliti dari Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, dalam jurnal ilmiah tahun 2025 juga menyarankan pelatihan Crew Resource Management (CRM) rutin yang melibatkan AMC, pilot, dan staf ground handling supaya prosedur dan bahasa isyarat komunikasi tetap sinkron di lapangan.

Kalau kamu berminat ke jalur kru kabin ketimbang staf darat, standar komunikasi semacam ini juga jadi bagian penting yang dinilai saat interview pramugari internasional.

 

Komunikasi radio bahasa inggris ground handling saat loading pesawat
Komunikasi radio bahasa inggris ground handling saat loading pesawat

Bagaimana Cara Mulai Belajar Bahasa Inggris Ground Handling?

Mulai dari fraseologi dasar dan latihan mendengarkan instruksi radio dengan konteks operasional nyata, bukan bahasa Inggris umum sehari-hari. Latihan read-back dan hear-back juga wajib dipraktikkan berulang sampai jadi refleks.

Kalau kamu butuh bimbingan terstruktur biar tidak belajar sendirian dan salah arah, Kampung Inggris Pare menyediakan program yang bisa disesuaikan untuk kebutuhan komunikasi operasional penerbangan seperti ini, lengkap dengan pilihan paket belajar sesuai waktu yang kamu punya.

Bahasa inggris ground handling bukan sekadar syarat administratif kerja di bandara, melainkan instrumen keselamatan yang terbukti langsung mempengaruhi angka insiden di area apron.

Penguasaan fraseologi standar IATA dan ICAO jadi bekal wajib, bukan sekadar nilai tambah, buat siapa pun yang bekerja di sisi udara bandara.

 

DAFTAR SUMBER

  1. International Civil Aviation Organization (ICAO). (2024). ICAO Safety Report 2024. Montreal, Canada.
  2. Balk, A.D., & Bossenbroek, J.W. (2010). Aircraft Ground Handling and Human Factors: A Comparative Study of the Perceptions by Ramp Staff and Management. NLR-CR-2010-125. Air Transport Safety Institute of National Aerospace Laboratory NLR & ECAST.
  3. Megananda, I. G. T. J., & Pamuraharjo, H. (2025). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Pengawasan Apron. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 4(2), 97-104.
Penulis: Rachel Wijayani (cel)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *