Gesture Persetujuan Kepala, Ternyata Beda di Tiap Negara

Salah paham gesture persetujuan kepala saat naik transportasi luar negeri

Gesture persetujuan kepala umumnya berupa anggukan vertikal untuk setuju dan gelengan horizontal untuk menolak, tapi pola ini terbalik total di negara seperti Bulgaria, dan punya bentuk unik tersendiri di India lewat gestur head wobble.

Saya sempat baca cerita turis yang naik bus di Bulgaria, nanya rute ke sopir, terus sopirnya menganggukkan kepala. Si turis pede aja naik. Eh ternyata anggukan itu artinya "tidak", dia salah naik bus.

Kejadian kayak gini sebenarnya sering banget terjadi di negara-negara dengan kebiasaan gestur kepala yang berbeda dari standar mayoritas dunia.

 

Kenapa Gestur Kepala Jadi Sinyal Komunikasi yang Penting?

Gestur kepala jadi sinyal penting karena sekitar 70% informasi ditransmisikan lewat bahasa tubuh, sementara bahasa verbal hanya mencakup sekitar 30%, dan hanya 15% makna murni tersampaikan lewat kata-kata lisan.

Gerakan kepala berfungsi menyelaraskan, mempertegas, dan melengkapi pesan verbal. Tapi masalahnya, pesan nonverbal yang positif di satu masyarakat bisa berarti sebaliknya di masyarakat lain.

Ada juga konsep menarik dari psikologi kognitif namanya teori embodiment. Gerakan mengangguk vertikal secara otomatis terhubung dengan evaluasi positif, sementara gelengan horizontal terhubung dengan penolakan.

Penelitian bahkan menunjukkan orang memproses kalimat "benar" lebih cepat saat kepalanya bergerak vertikal.

Kalau kamu mau paham konteks lebih luas soal kenapa gestur bisa beda arti antarnegara, saya sudah kupas dasarnya di artikel kinesik komunikasi antarbudaya.

 

Di Negara Mana Saja Anggukan Kepala Berarti Setuju Seperti Biasa?

Di mayoritas negara dunia termasuk Indonesia, Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika, dan sebagian besar Eropa, gesture persetujuan kepala ditandai dengan menganggukkan kepala secara vertikal ke atas dan ke bawah.

Bahkan di Amerika Serikat, anggukan kepala singkat antar sesama pria di ruang publik juga berfungsi sebagai sapaan ramah tanpa rasa mengancam, semacam pengakuan sopan antar orang asing.

Pola ini yang paling umum dan jadi standar dunia. Tapi ada beberapa negara yang justru punya aturan main sendiri, dan ini yang sering bikin salah paham fatal.

 

Kenapa di Bulgaria Anggukan Kepala Justru Berarti Tidak?

Di Bulgaria, menganggukkan kepala vertikal berarti "tidak" atau penolakan, sementara menggelengkan kepala horizontal justru berarti "ya" atau persetujuan, kebalikan total dari kebiasaan mayoritas dunia.

Salah satu teori sejarah menyebutkan kebiasaan terbalik ini berkembang sejak era pendudukan Kerajaan Ottoman selama 500 tahun, sebagai bentuk strategi komunikasi defensif masyarakat lokal saat itu.

Pola serupa juga ditemukan di beberapa negara lain:

  • Di Turki, menghentakkan kepala ke belakang disertai angkat alis dan bunyi desis "tse" bermakna "tidak".
  • Di Yunani dan Siprus, anggukan tunggal ke arah atas disertai angkat alis atau bunyi klik gigi "tsou" juga berarti "tidak".
  • Pola serupa ditemukan di Yugoslavia, Iran, dan kawasan Balkan.

Turis yang naik transportasi umum di Turki sering terkecoh saat konfirmasi rute bus, karena mengira hentakan kepala pengemudi sebagai persetujuan, padahal itu penolakan.

 Baca Juga: Makna Postur Tubuh Negosiasi Bisnis Internasional

Apa Itu Fenomena Indian Head Wobble dan Kenapa Sulit Ditebak?

Indian head wobble adalah gestur khas India berupa gerakan kepala miring dari sisi ke sisi membentuk pola seperti angka delapan horizontal, dan maknanya berbeda tergantung kecepatan serta dinamika gerakannya.

Gestur ini bukan anggukan biasa, bukan pula gelengan penolakan. Beberapa variasi maknanya:

  • Goyangan cepat disertai angkat alis berarti sangat setuju, antusias, atau ajakan "ayo".
  • Goyangan perlahan dan lembut berarti "saya mengerti", mendengarkan tanpa menyela, atau bentuk kesopanan.
  • Semakin kuat dan cepat goyangannya, semakin tinggi komitmen yang ditunjukkan.

Pradeep Chakravarthy, konsultan perilaku budaya dari Chennai, pernah bilang dia memilih menggelengkan kepala secara samar untuk mengulur waktu, daripada menolak secara langsung. Ini soal menjaga etika komunikasi tanpa merusak hubungan.

Masyarakat India memang cenderung menghindari kata "tidak" secara langsung karena dianggap tidak sopan. Gestur ini bahkan diabadikan dalam kerajinan boneka tanah liat Thanjavur Thalaiyatti Bommai di Tamil Nadu yang kepalanya sengaja dipasang longgar agar bisa bergoyang.

 

Dari Mana Asal Muasal Gestur Mengangguk dan Menggeleng?

Asal muasal gestur mengangguk dan menggeleng diduga berakar dari refleks biologis bayi saat menyusui, sesuai teori yang dikemukakan Charles Darwin dalam bukunya soal ekspresi emosi manusia dan hewan.

Darwin meneliti asal-usul gestur kepala lewat korespondensi dengan misionaris di berbagai belahan dunia pada tahun 1872. Ia menduga bayi memajukan kepala secara vertikal untuk mencari ASI sebagai bentuk penerimaan, dan menggelengkan kepala ke samping saat kenyang untuk menolak.

Teori ini menarik karena menjelaskan kenapa pola mengangguk-setuju dan menggeleng-tolak jadi pola dominan di banyak budaya dunia, meski beberapa negara mengembangkan pengecualian uniknya sendiri seperti Bulgaria dan India.

 

Gesture persetujuan kepala unik seperti head wobble India
Gesture persetujuan kepala unik seperti head wobble India

Kenapa Efek Gestur Kepala Ini Bersifat Spesifik Budaya, Bukan Universal?

Efek gestur kepala bersifat spesifik budaya karena pemrosesan kognitif seseorang terbentuk dari kebiasaan gestur di lingkungannya sendiri, bukan sesuatu yang berlaku sama secara universal di semua otak manusia.

Dr. Stefania Moretti dan Prof. Alberto Greco dari Cognilab Universitas Genoa membuktikan lewat eksperimen embodiment bahwa pemrosesan informasi kognitif memang terhubung erat dengan sensorimotor tubuh. Tapi efeknya berbeda tergantung budaya asal seseorang.

Artinya, orang Bulgaria yang dari kecil terbiasa dengan pola terbalik bakal memproses anggukan secara berbeda dibanding orang Indonesia. Ini bukan soal siapa yang benar atau salah, tapi soal kebiasaan kognitif yang terbentuk dari lingkungan budaya masing-masing.

Kalau kamu berencana studi pertukaran pelajar atau jalan-jalan ke negara dengan gestur kepala unik seperti ini, ada baiknya siapkan diri lewat beberapa paket kursus yang membahas komunikasi lintas budaya secara mendalam di Kampung Inggris Pare.

Anggukan dan gelengan kepala kelihatan sepele, tapi ternyata nyimpen jebakan budaya yang bisa bikin salah paham fatal, mulai dari salah naik bus sampai salah tafsir kesepakatan bisnis.

Paham variasi ini bakal jadi bekal penting buat kamu yang sering traveling atau kerja bareng orang dari negara-negara dengan kebiasaan gestur kepala yang unik.

 

Daftar Pustaka:

  1. Darwin, C. (1872). The Expression of the Emotions in Man and Animals. London: John Murray.
  2. Commisceo Global Consulting. (2020). Why do Indians Shake their Heads When Speaking? Indian Head Bob Explained. Commisceo Global.
  3. Moretti, S., Greco, A., Andonova, E., & Giagtzidou, A. (2020). The Effect of Motor Compatibility with the Gestures of Nodding and Shaking the Head: A Universal or Cultural Embodiment? Cognilab Technical Report, University of Genoa.
Penulis: Rachel Wijayani (cel)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *