Morfologi Afiks Bahasa Inggris, Saat Imbuhan Ubah Kata
Afiks derivasi mengubah kelas kata dan makna, sedangkan afiks infleksi hanya menyesuaikan fungsi gramatikal, dan riset atas 244 data morfologis menunjukkan keduanya muncul nyaris seimbang. Kamu bisa memanfaatkan pola ini untuk menambah kosakata lewat satu kata dasar.
Morfologi
afiks bahasa Inggris adalah studi tentang awalan dan akhiran yang menempel pada
akar kata, sehingga bisa mengubah kelas kata, makna, atau fungsi gramatikalnya.
Kata happy
bisa menjadi unhappy, happiness, atau happily. Akar katanya sama, tetapi
tugasnya di dalam kalimat berubah total.
Riset atas
sebuah novel berbahasa Indonesia menganalisis 244 data morfologis. Hasilnya 125
derivasi dan 119 infleksi, porsi yang nyaris seimbang. Jadi dua jenis afiks itu
sama-sama rajin muncul di tulisan nyata. Melewatkan topik ini sama saja dengan
membaca tanpa kacamata.
Saya
menyusun panduan ini supaya kamu paham morfologi tanpa harus membongkar buku
linguistik setebal bantal. Isinya definisi, contoh, angka riset, dan latihan
menambah kosakata yang bisa langsung dipakai.
Apa itu morfologi dan
morfem?
Morfologi
adalah cabang linguistik yang mempelajari struktur internal kata dan proses
pembentukannya dari unit-unit terkecil. Unit terkecil yang punya makna disebut
morfem.
Morfem
terbagi dua:
- Morfem bebas: bisa berdiri
sendiri sebagai kata, seperti book, eat, run, dan happy.
- Morfem terikat: wajib menempel
pada morfem lain, seperti un-, -ed, -ly, dan -s.
Afiks
(awalan, akhiran, sisipan, gabungan) termasuk morfem terikat. Proses
menempelkan afiks pada kata dasar disebut afiksasi.
Apa beda afiks derivasi
dan infleksi?
Afiks
derivasi membentuk kata baru dan mengubah kelas kata atau makna leksikal. Afiks
infleksi hanya mengubah bentuk kata untuk fungsi gramatikal, tanpa mengganti
kelas katanya.
Contoh
derivasi:
- happy (adjective) + -ness
menjadi happiness (noun)
- teach (verb) + -er menjadi
teacher (noun)
- un- + happy menjadi unhappy
(makna berlawanan)
Contoh
infleksi:
- walk (verb) + -ed menjadi
walked (tetap verb, bentuk lampau)
- cat (noun) + -s menjadi cats
(tetap noun, jamak)
Tes
cepatnya: apakah kelas katanya berubah? Kalau ya, itu derivasi. Kalau tidak,
itu infleksi.
Untuk
awalan yang mengubah makna jadi berlawanan, logika pemilihan un-, in-, dan dis-
ternyata punya sejarah sendiri. Pola awalan pembentuk antonim ini sering
bikin pembelajar salah pilih kata.
Seberapa sering derivasi
dan infleksi muncul di tulisan nyata?
Sangat
sering. Riset atas novel Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? (Simaremare
dkk., 2026) menganalisis 244 data morfologis, terdiri atas 125 derivasi dan 119
infleksi.
Rincian
derivasinya:
- Pembentuk verba: 50 kata
- Pembentuk nomina: 40 kata
- Pembentuk adjektiva: 20 kata
- Pembentuk adverbia: 15 kata
Infleksi
dalam novel itu bertugas menandai kepemilikan, persona, aspek, dan waktu. Para
penelitinya menyimpulkan bahwa derivasi dan infleksi tidak bekerja terpisah,
melainkan saling melengkapi dalam membangun makna naratif dan suasana
emosional.
Sebuah
studi di UGM atas cerita populer Antagonist Princess menghitung 120 data
prefiks me-(N): 71 berbasis verba, 30 nomina, dan 19 adjektiva. Dari data itu
muncul tujuh makna gramatikal, mulai dari melakukan perbuatan aktif sampai
menirukan bunyi.
Catatan
jujur: kedua riset itu meneliti bahasa Indonesia, bukan Inggris. Namun kerangka
derivasi dan infleksinya sama dengan morfologi afiks bahasa Inggris, jadi
polanya tetap relevan sebagai gambaran.
Apakah bahasa Indonesia
juga memakai akhiran dari bahasa Inggris?
Ya. Bahasa
Indonesia menyerap sejumlah akhiran asing yang membentuk kata sifat atau kata
benda.
Beberapa
contohnya:
- -an: imigran
- -en: presiden
- -is: egois
- -if: deskriptif
- -al: formal
Kalau kamu
pernah merasa kata-kata Inggris terdengar "tidak asing", akhiran
serapan inilah salah satu penyebabnya.
Apa saja cara membentuk
kata selain afiksasi?
Ada enam
cara lain: pemajemukan, penggabungan, pemendekan, akronim, konversi, dan
reduplikasi. Afiksasi hanya satu dari tujuh jalur pembentukan kata.
- Compounding: dua kata mandiri
digabung, seperti toothpaste dan classroom.
- Blending: potongan dua kata
digabung, seperti brunch dari breakfast dan lunch.
- Clipping: kata dipotong tanpa
mengubah makna, seperti ad dari advertisement.
- Acronym: singkatan yang
dilafalkan sebagai kata, seperti NASA dan UNESCO.
- Conversion: kelas kata berubah
tanpa mengubah bentuk fisik, sangat umum dalam bahasa Inggris.
- Reduplication: pengulangan kata
dasar, seperti rumah-rumah.
Ada juga
jalur yang lebih licin, yaitu kata baru yang lahir gara-gara penutur salah
memotong akhiran. Burgle, misalnya, dipangkas dari burglar.
Mengapa bunyi kata ikut
berubah saat diberi afiks?
Karena
afiks dan kata dasar saling menyesuaikan bunyi, proses yang disebut
morfofonologi. Ada enam proses utamanya.
- Penambahan fonem: me- + daftar
menjadi mendaftar
- Pengurangan fonem: ber- +
renang menjadi berenang
- Penggantian fonem: ber- + ajar
menjadi belajar
- Peluluhan fonem: me- + sapu
menjadi menyapu
- Pergeseran fonem: ma.kan + -an
menjadi ma.ka.nan
- Perloncatan fonem: mengikuti
pola morfofonemik bahasa asing
Bahasa
Inggris punya versinya sendiri. Awalan in- berubah menjadi im-, il-, atau ir-
di depan konsonan tertentu, seperti impossible, illegal, dan irregular.
Wujud-wujud itu disebut alomorf, yaitu realisasi konkret sebuah morfem yang
dikondisikan oleh bunyi.
Apa kata pakar soal fungsi
afiks?
Infleksi
menyesuaikan bentuk kata dengan kebutuhan kalimat tanpa mengubah identitas kata
dasarnya. Mark Aronoff dan Kirsten Fudeman (2011) menegaskan hal itu dalam buku
What is Morphology?
Dengan
begitu, walk dan walked tetap satu kata yang sama di kamus. Derivasi justru
berperan besar dalam membentuk konsep abstrak dan ekspresif, misalnya happy
menjadi happiness.
Untuk
melatih insting, menebak kelas kata dari akhirannya adalah latihan
paling murah. Kamu cukup membaca satu kalimat lalu menebak, tanpa alat apa pun.
Bagaimana cara memakai
afiks untuk menambah kosakata?
Mulai dari
satu kata dasar, lalu uji afiks satu per satu dan catat perubahan kelas
katanya. Studi UGM tadi mencatat bahwa penguasaan aturan afiksasi memperkaya
variasi kata kerja dan meningkatkan kualitas narasi.
Lima
langkah yang bisa langsung dicoba:
- Pilih satu morfem bebas,
misalnya teach.
- Tambahkan akhiran derivasi,
misalnya -er menjadi teacher, lalu catat kelas katanya.
- Coba awalan berlawanan,
misalnya un- pada happy.
- Tambahkan afiks infleksi
seperti -s atau -ed, lalu periksa bahwa kelas kata tidak berubah.
- Pakai kata hasilnya dalam satu
kalimat buatanmu sendiri.
Lakukan
pada lima kata per hari. Dalam sebulan, kosakata turunanmu bisa bertambah jauh
lebih banyak daripada menghafal daftar kata mentah.
![]() |
| Papan tulis kelas berisi contoh morfologi afiks bahasa Inggris |
Perlu pendamping untuk
latihan afiks di Pare?
Kalau
belajar sendiri terasa mentok, latihan bersama pengajar membuat setiap salah
pilih afiks langsung dikoreksi. Kamu bisa melihat pilihan program
belajar dan paket yang tersedia di kampunginggrispare.web.id, lalu
menyesuaikannya dengan level dan kebutuhanmu.
Afiks
derivasi mengubah kelas kata dan makna, sedangkan afiks infleksi hanya
menyesuaikan fungsi gramatikal. Riset atas 244 data morfologis memperlihatkan
keduanya sama-sama sering muncul, jadi memahami perbedaannya adalah jalan
pintas menuju kosakata yang lebih kaya.
DAFTAR
SUMBER
- Aronoff, M., & Fudeman, K.
(2011). What is Morphology? (2nd ed.). Wiley-Blackwell.
- Simaremare, J. A., Manurung, T.
K., Simanjuntak, B. S., & Sinaga, F. T. (2026). Analisis Fungsi dan
Makna Derivasi dan Infleksi dalam Novel "Ayah, Ini Arahnya Ke Mana,
Ya?". Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI), 6(1), 1-15.
- Zulfa, I. (2025). Fungsi
Prefiks me-(N) dalam Cerita Populer Berjudul Antagonist Princess. Deskripsi
Bahasa (UGM), 8(2), 219-237.


