Strategi Keluar Percakapan yang Sopan Tanpa Menyinggung

Strategi keluar percakapan yang sopan di lingkungan kerja

Strategi keluar percakapan yang sopan adalah cara mengakhiri obrolan panjang dengan tetap menunjukkan ketertarikan pada lawan bicara sebelum berpamitan.

Buat kamu yang sering merasa bersalah tiap mau pamit duluan, tenang, ini bukan soal jadi orang kasar. Ini soal komunikasi asertif yang jujur dan tetap menghargai lawan bicara.

Saya paham rasanya jadi people pleaser yang takut dianggap tidak sopan kalau memutus obrolan. Padahal terus-terusan bertahan di obrolan yang sudah melenceng jauh justru bikin energi terkuras percuma.

 

Apa Itu Komunikasi Asertif dan Kenapa Penting Saat Mengakhiri Obrolan?

Komunikasi asertif adalah teknik menyampaikan pendapat, perasaan, atau batasan secara lugas dan tegas tanpa menyinggung lawan bicara. Posisinya ada di tengah, antara komunikasi agresif yang menuntut ego dan komunikasi pasif yang melemahkan pendapat sendiri.

Fursland dan Nathan tahun 2008 merumuskan enam gaya asertif yang relevan untuk situasi mengakhiri obrolan:

  • Basic assertion - mengungkapkan kebutuhan atau batasan secara jelas.
  • Empathic assertion - mengakui perasaan lawan bicara dulu sebelum menyampaikan batas diri.
  • Consequence assertion - menyampaikan konsekuensi secara tenang kalau batasan dilanggar.
  • Discrepancy assertion - mengonfirmasi perbedaan kesepakatan.
  • Negative feelings assertion - mengontrol emosi negatif saat menyampaikan ketidaknyamanan.
  • Broken record - mengulang poin batasan diri secara konsisten agar tetap tenang.

Komunikasi asertif terbukti menumbuhkan rasa saling menghargai, memecahkan masalah interpersonal, dan mengurangi stres akibat konflik yang berlarut-larut.

 

Bagaimana Cara Sopan Mengakhiri Obrolan Tatap Muka?

Cara sopan mengakhiri obrolan tatap muka adalah dengan menunjukkan ketertarikan sejenak dulu sebelum berpamitan, bukan langsung memotong obrolan. Prinsip ini dikenal dengan istilah "engage before disengage".

Jacqueline Whitmore, pendiri EtiquetteExpert.com, memperkenalkan prinsip ini secara spesifik. Untuk menghadapi conversational rambler atau orang yang terus-menerus bicara, ambil kendali dengan mengajukan satu pertanyaan kunci lalu buat kesimpulan penutup.

Beberapa teknik praktis yang bisa langsung dipakai:

  • Focus on the other person - alihkan perhatian ke hal spesifik yang baru disampaikan lawan bicara, misalnya mendoakan acaranya, biar pamitan terasa tulus.
  • Beri sinyal awal - ucapkan misalnya "senang sekali bisa berbincang denganmu hari ini" sebagai penanda obrolan akan segera diakhiri.
  • Area netral di kantor - ajak rekan kerja yang suka mengobrol panjang berjalan ke ruang printer atau dapur, bukan biarkan mereka betah di meja kerjamu.

Bridget Batson, CEO Houston Outplacement LLC dan pakar etiket bersertifikat, menekankan pentingnya menyinggung kembali poin spesifik dari ucapan lawan bicara saat berpamitan, seperti perkembangan pekerjaan mereka, agar terasa personal dan bukan sekadar alasan rekaan.

 Baca Juga: Elevator Pitch Singkat 30 Detik, Trik Hemat Energi Introvert

Bagaimana Cara Mengakhiri Telepon dengan Orang yang Banyak Bicara?

Cara mengakhiri telepon dengan orang yang banyak bicara adalah dengan menyampaikan batasan waktu sejak awal telepon dimulai, bukan menunggu sampai obrolan melebar ke mana-mana. Misalnya langsung bilang di awal, "saya hanya punya waktu lima sampai sepuluh menit sebelum rapat".

Tami Claytor, pelatih etiket dan konsultan citra dari New York, menyusun beberapa panduan berikut:

  • Fokus pada topik utama, jangan biarkan obrolan melebar ke topik baru.
  • Hindari melempar pertanyaan terbuka yang bisa memicu cerita baru yang panjang.
  • Manfaatkan jeda bicara untuk mulai berpamitan secara sopan.
  • Kalau situasi mendesak, sela dengan meminta maaf dan jelaskan alasan yang jujur.
  • Tawarkan alternatif komunikasi seperti email atau pesan teks untuk melanjutkan obrolan.

Ann Marie Sabath, penulis buku Business Etiquette, menjelaskan kunci keluar dari percakapan tanpa menyakiti perasaan adalah dengan fokus pada lawan bicara, bukan cuma mengejar agenda pribadi sendiri.

 

Kalimat Apa yang Bisa Dipakai untuk Menegaskan Batasan Diri?

Kalimat yang bisa dipakai untuk menegaskan batasan diri adalah frasa yang tegas tapi tetap sopan tanpa perlu meminta maaf berlebihan. Beberapa contoh yang bisa langsung kamu tiru:

  • "Saya menghargai itu, tapi saya harus mengatakan tidak."
  • "Saya ingin membantu, tapi saya tidak memiliki kapasitas saat ini."
  • "Saya tidak nyaman dengan itu."
  • "Saya butuh waktu untuk memikirkannya."
  • "Itu tidak bekerja untuk saya."

Nick Leighton, jurnalis peraih Emmy Award dan co-host podcast "Were You Raised By Wolves?", menegaskan kita tidak perlu merasa bersalah untuk pergi ketika waktunya sudah tiba.

Ia membagikan tiga langkah mengakhiri percakapan secara sopan: beri tanda sebelum berpamitan, tunjukkan apresiasi, lalu tutup dengan kalimat yang jelas.

 

Area netral kantor jadi strategi keluar percakapan yang sopan
Area netral kantor jadi strategi keluar percakapan yang sopan

Bagaimana Cara Keluar dari Grup WhatsApp Tanpa Terkesan Cuek?

Cara keluar dari grup WhatsApp tanpa terkesan cuek adalah dengan menyampaikan permohonan maaf dan ucapan terima kasih sebelum benar-benar keluar dari grup. Jelaskan alasan yang wajar, misalnya proyek sudah selesai atau memori ponsel mulai penuh.

Beberapa poin yang penting disampaikan:

  • Tegaskan bahwa keluar dari grup tidak memutus silaturahmi di dunia nyata.
  • Berikan ruang untuk tetap dihubungi lewat obrolan pribadi.
  • Untuk rantai email yang tidak berkesudahan, jawab singkat dan padat tanpa mengajukan pertanyaan lanjutan baru.

Kat Griffin, founding editor Corporette.com, menyarankan sikap tegas dan singkat dalam merespons email agar tidak memicu rantai balasan yang tak berkesudahan.

Sebelum sampai di titik harus keluar dari obrolan, biasanya semua bermula dari cara kamu membuka percakapan. Kalau kamu masih bingung cara memulai obrolan tanpa canggung, coba pelajari dulu teknik pertanyaan terbuka yang bikin lawan bicara nyaman bercerita sejak awal.

Strategi keluar percakapan yang sopan bukan soal jadi orang yang menghindar, tapi soal komunikasi asertif yang jujur dan menghargai waktu kedua belah pihak. Dengan sinyal yang tepat dan kalimat penutup yang jelas, kamu bisa mengakhiri obrolan tanpa rasa bersalah berlebihan.

Kalau kamu mau lebih percaya diri menyusun kalimat penutup obrolan dalam bahasa Inggris yang natural, kamu bisa lihat paket belajar di Kampung Inggris Pare untuk latihan langsung dengan tutor.

 

DAFTAR SUMBER

  1. wikiHow Indonesia — Cara Terbaik untuk Mengakhiri Percakapan Telepon dengan Orang yang Banyak Bicara (Ko-penulis/Pakar: Tami Claytor).
  2. Kompas Lifestyle — 3 Cara Mengakhiri Percakapan dengan Sopan, Jangan Bohong (Penulis: Qonita, Editor: Gloria Setyvani Putri).
  3. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI — Komunikasi Asertif, Teknik Komunikasi Untuk Menang Tanpa Menjatuhkan Lawan (Penulis: Rahmat Ibnu Wibowo).
Penulis: Rachel Wijayani (Cel)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *