Salah Pakai Slang Inggris TikTok di Depan Native Speaker

Mahasiswa menonton video TikTok slang bahasa Inggris dari ponsel untuk belajar

Salah pakai slang bahasa Inggris di depan native speaker bukan sekadar soal terlihat konyol, tapi bisa menyinggung secara budaya atau membuat komunikasimu terlihat tidak kredibel di saat yang paling tidak tepat.

Bayangkan skenario ini: kamu sedang berdiskusi dengan native speaker tentang topik yang cukup serius, lalu di tengah percakapan kamu menyisipkan "periodt" atau memanggil mereka "sis" dengan nada yang dipaksakan.

Mereka tidak tertawa. Mereka tidak merespons dengan antusias. Mereka hanya menatapmu sebentar, lalu melanjutkan percakapan seolah tidak terjadi apa-apa.

Bukan karena mereka tidak mengerti. Justru karena mereka sangat mengerti, dan apa yang kamu lakukan itu tidak terasa pas.

 

Seberapa Umum Penggunaan Slang di Kalangan Mahasiswa?

Sebanyak 82% mahasiswa menggunakan bahasa slang setiap hari dalam komunikasi informal. TikTok menjadi platform belajar bahasa Inggris yang sangat populer karena menyajikan bahasa yang otentik dan ekspresi sehari-hari yang tidak ada di buku teks.

Motivasinya masuk akal: penggunaan slang dianggap sebagai tanda identitas akademis yang modern, terbuka, dan mengikuti perkembangan dunia. Masalahnya adalah antara mendengar slang dan benar-benar memahami nuansanya ada jarak yang cukup jauh, dan jarak itu sering tidak disadari.

 

Apa Itu AAVE dan Kenapa Ini Penting?

Banyak slang internet yang populer di TikTok, seperti sis, girl, period, dan yas queen, sebenarnya berasal dari African American Vernacular English (AAVE), yakni dialek bahasa Inggris yang tumbuh dari komunitas kulit hitam Amerika.

Tagwa Shammet, editor opini, pernah menceritakan pengalamannya saat bekerja di toko ritel. Sekelompok orang non-kulit hitam terus memanggilnya "sis" atau "girl" dengan nada yang dipaksakan, menirukan cara bicara yang mereka pelajari dari internet.

Baginya, itu bukan bentuk kekaguman, melainkan sesuatu yang merendahkan kecerdasan seseorang lewat asumsi gaya bicara tertentu.

Intinya: ketika slang yang berakar dari budaya tertentu digunakan oleh orang luar hanya karena terdengar keren di TikTok, tanpa memahami konteks dan sejarahnya, itu bisa dirasakan sebagai apropriasi budaya oleh komunitas asalnya.

 

Slang TikTok Mana yang Paling Rawan Salah Pakai?

Ada beberapa kategori yang perlu dipahami sebelum dipakai:

  • Slang yang terasa merendahkan jika konteksnya salah: slay, ate, queen bisa jadi pujian tulus atau sarkasme tergantung nada dan situasinya. Salah baca situasi, dan maksudmu jadi terbalik.
  • Algospeak yang tidak eksis di dunia nyata: Kata-kata seperti unalived (pengganti killed) atau seggsy (pengganti sexy) adalah produk sensor algoritma TikTok. Tidak ada native speaker yang menggunakannya dalam percakapan tatap muka biasa.
  • Slang yang sudah kadaluarsa: Adrian Walker, peneliti slang digital, mencatat bahwa tren slang bergerak sangat cepat. Kata yang dianggap keren tahun lalu bisa dianggap sudah basi hari ini.

 

Apakah Slang TikTok Merusak Kemampuan Bahasa Inggris Formal?

Ini pertanyaan yang lebih serius dari yang terlihat. David Crystal, pakar linguistik, menyatakan bahwa slang berfungsi sebagai alat untuk mengekspresikan identitas kelompok dan solidaritas sosial. Fungsi itu valid dan nyata.

Tapi tanpa kemampuan code-switching, yakni berpindah dari gaya bahasa informal ke formal sesuai konteks, slang justru bisa merusak akurasi bahasa akademik seseorang.

Masalahnya bukan slangnya, melainkan ketika slang terbawa ke situasi yang salah: presentasi, wawancara kerja, diskusi akademis, atau percakapan formal dengan native speaker yang tidak mengenal konteks internet.

Ini pola yang persis sama dengan tantangan logat medok speaking, di mana kebiasaan dari satu konteks terbawa ke konteks lain yang tidak sesuai.

 

Bagaimana Cara Pakai Slang Tanpa Memalukan Diri Sendiri?

Ada tiga prinsip yang perlu dipegang:

  • Pahami dulu, tiru kemudian. Sebelum memakai istilah slang, cari tahu apakah itu pujian, sarkasme, atau lelucon dalam konteks tertentu. Meniru tanpa memahami nuansa adalah resep untuk situasi canggung.
  • Jangan berlebihan. Satu atau dua istilah slang yang dipakai dengan tepat terasa natural. Delapan istilah slang dalam satu percakapan membuat kalimat terdengar aneh dan tidak tulus.
  • Peka konteks. Native speaker pada dasarnya lebih menghargai kosakata yang mewakili maksud dengan jelas daripada struktur slang yang dipaksakan.

 Baca Juga: Tutor Tahan Tawa Presentasi, Momen Canggung yang Kita Kenang

Kenapa Pemahaman Konteks Lebih Penting dari Hafalan Kosakata?

Satu hal yang tidak pernah diajarkan di buku teks bahasa Inggris adalah bahwa bahasa yang sama bisa berarti hal yang berbeda tergantung siapa yang mengatakannya, kepada siapa, dalam situasi apa, dan dengan nada seperti apa.

Kata seronok dalam bahasa Indonesia, misalnya, secara kamus berarti "menyenangkan hati." Tapi dalam penggunaan sehari-hari, konotasinya sudah bergeser jauh ke arah negatif. Slang bahasa Inggris bekerja dengan cara yang persis sama, hanya lebih cepat berubahnya.

Di sinilah letak perbedaan antara pelajar yang benar-benar fasih dan yang sekadar hafal. Yang fasih tahu kapan harus diam, kapan harus bicara, dan kata mana yang tepat untuk situasi tertentu. Itu bukan kemampuan yang bisa didapat dari menonton TikTok dua jam sehari.

 

Apakah Slang Aman Dipakai di Lingkungan Kampung Inggris Pare?

Di lingkungan Kampung Inggris Pare, penggunaan slang justru diuji secara alami setiap hari. Ketika seorang pelajar memakai istilah yang tidak tepat di depan tutor atau sesama pelajar yang lebih berpengalaman, koreksinya datang langsung dan tidak basa-basi.

Ini justru adalah satu keunggulan belajar di lingkungan immersive: kesalahan salahsebut bahasa Inggris, termasuk kesalahan dalam penggunaan slang, mendapat respons yang cepat dan konkret dari orang yang ada di depanmu, bukan dari kolom komentar yang mungkin tidak pernah kamu baca.

Kalau kamu ingin melatih kepekaan bahasa ini di lingkungan yang terstruktur, lihat pilihan program di kampung inggris pare.


Mahasiswa Indonesia salah pakai slang inggris di depan native speaker di kafe
Mahasiswa Indonesia salah pakai slang inggris di depan native speaker di kafe

Slang TikTok bukan musuh. Ia adalah jendela ke bahasa yang hidup dan terus berubah. Tapi seperti semua jendela, ia perlu dibuka dengan cara yang benar supaya tidak menjepit tangan sendiri.

Memahami konteks, asal-usul, dan batas penggunaannya bukan hanya soal menghindari rasa malu. Ini soal menghormati bahasa dan budaya yang ada di baliknya, sekaligus menjaga kredibilitasmu sebagai pembicara yang bisa dipercaya.

 

DAFTAR SUMBER

  1. Shammet, T. (2021). AAVE is not your internet slang. It is Black culture. The Commonwealth Times.
  2. Febrianti, A., et al. (2023). Analisis Semantik Ragam Bahasa Gaul oleh Gen Z di Aplikasi TikTok. Journal of Humanities and Social Studies.
  3. Walker, A. (2026). TikTok Slang Words (2K26 Guide): 15 Viral Terms Everyone's Using Right Now. Slangloom.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *