Salah Sebut Bahasa Inggris di Pare, Kompilasi Momen Paling Kocak

Pelajar wajah dicoret bedak hukuman salah sebut bahasa Inggris di kelas Pare

Salah sebut bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare bukan aib, melainkan ritual harian yang justru membentuk mental baja para pelajarnya. Di sini, lidah terpeleset bisa berujung wajah dicoret bedak bayi, tapi itu pula yang membuat orang ingat pelajarannya seumur hidup.

Setiap orang yang pernah menginjak Pare punya satu cerita memalukan. Satu momen di mana lidahnya terpeleset, seluruh kelas menoleh, dan detik itu terasa seperti tiga menit. Tapi anehnya, justru momen itulah yang paling diingat ketika reuni alumni.

Ini bukan artikel motivasi. Ini kompilasi jujur tentang apa yang benar-benar terjadi di balik sistem English Area Kampung Inggris Pare, lengkap dengan data kesalahan umum, hukuman-hukuman absurd, dan penjelasan kenapa semua itu justru efektif secara ilmiah.

 

Apa yang Dimaksud English Area di Pare?

English Area adalah aturan wajib berbicara bahasa Inggris di lingkungan asrama dan kelas. Pelanggarnya kena sanksi, bukan dimarahi. Sistemnya tidak dirancang untuk mempermalukan, melainkan untuk melatih refleks linguistik sampai berbicara bahasa Inggris terasa se-natural bernapas.

Di sinilah semua insiden itu terjadi. Bukan karena pelajarnya bodoh, tapi karena otak manusia memang membutuhkan waktu untuk berpindah "kanal" dari bahasa ibu ke bahasa asing. Dan di tengah proses itu, hal-hal lucu tidak bisa tidak terjadi.

 

Kenapa Orang Bisa Salah Sebut Bahasa Inggris?

Jawabannya ada di cara kerja otak. Proses belajar bahasa asing sangat bergantung pada efektivitas fungsi otak dalam mengingat dan memproses informasi baru di atas pola lama yang sudah terpatri sejak kecil.

Ketika seseorang mencoba mengucapkan kata baru dalam bahasa Inggris, otaknya masih "berkonsultasi" dengan database bahasa Indonesia terlebih dahulu. Hasilnya? Pelafalan yang keluar adalah campuran aneh antara dua sistem bunyi yang berbeda.

Ini bukan kegagalan. Ini tahap yang wajib dilalui.

 

"Sore" untuk Angka 0: Insiden yang Jadi Legenda

Aswandy adalah salah satu nama yang akan selalu disebut kalau ada diskusi soal blunder paling ikonik di Pare. Saat diminta menyebutkan angka 0-10 di depan kelas, ia dengan penuh keyakinan menyebut "zero" sebagai "sore."

Teman-temannya langsung tidak bisa menahan diri. Sejak hari itu, ia dijuluki "Sore Minum Kopi." Nama panggilan itu melekat berminggu-minggu.

Yang menarik: Aswandy justru tidak pernah lupa cara menyebut "zero" lagi setelah kejadian itu. Rasa malu, ternyata, adalah penguat memori yang sangat efisien.

 

Tragedi "Beach" yang Sering Terjadi

Ini bukan cerita satu orang. Hampir setiap angkatan punya korbannya sendiri.

Kata beach (pantai) dan kata kasar tertentu dalam bahasa Inggris hanya dibedakan oleh panjang pendeknya vokal. Pemula yang belum terlatih telinga dan mulutnya sering tidak sengaja mengucapkan yang kedua, bukan yang pertama.

Di Pare, reaksi teman-teman bukan mengejek, melainkan langsung memberi koreksi teknis: "Gunakan suara 'ee' yang panjang seperti pada kata 'bee'." Ini yang membedakan ekosistem Pare dari tempat lain. Kesalahan dikembalikan jadi pelajaran, bukan senjata bully.

 

Apa Saja Kesalahan Paling Umum yang Dibuat Pelajar?

Berdasarkan data dari TEATU LC, ada pola kesalahan yang muncul berulang karena pelajar Indonesia secara tidak sadar menerjemahkan struktur bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris:

  • Different with seharusnya different from
  • Same with seharusnya same as
  • Angry to seharusnya angry with
  • Happen with seharusnya happen to
  • Kind to seharusnya kind with

Semua kesalahan ini punya satu akar yang sama: preposisi (kata depan) dalam bahasa Inggris tidak mengikuti logika bahasa Indonesia. Dan karena tidak ada aturan yang sepenuhnya logis, satu-satunya cara belajarnya adalah dengan sering salah dulu.

 

Hukuman di Pare Itu Seperti Apa?

Sistem hukuman di Pare bukan untuk mempermalukan. Linda Kusuma, B.Ed, konsultan pendidikan, menyebutnya sebagai instrumen disiplin edukatif yang dirancang untuk melatih mental dan menghilangkan rasa malu berkomunikasi.

Ini yang benar-benar terjadi kalau ketahuan salah atau keceplosan:

  • Coret bedak (face powder): Wajah dicoret bedak bayi. Semakin sering salah, semakin "glowing" tampilan wajahnya, seperti adonan kue yang berjalan sendiri.
  • Konser dadakan: Diminta menyanyi lagu bahasa Inggris seperti Twinkle Twinkle Little Star di depan umum. Tanpa ada yang peduli apakah suaranya bagus atau tidak.
  • Pidato spontan: Berdiri di atas kursi atau di tengah lingkaran teman untuk berpidato tentang topik absurd. Salah satu topik favorit: "Apakah nanas pantas ada di atas pizza?"
  • Storytelling curhat: Menerjemahkan curhat yang tadi diucapkan dalam bahasa daerah ke dalam bahasa Inggris, di depan semua orang.

Sekilas absurd. Tapi efeknya nyata: pelajar yang sudah terbiasa "mati rasa" terhadap rasa malu di depan teman justru tampil lebih percaya diri saat wawancara kerja atau presentasi formal nantinya.

 

Kenapa Atmosfer "Berani Salah" Membuat Pare Istimewa?

Muhammad Bintang Aldijana, tutor dan alumni Pare, punya catatan penting soal ini. Menurutnya, anggapan bahwa semua orang di Pare, termasuk penjual pentol di pinggir jalan, fasih bahasa Inggris adalah mitos.

Yang membuat Pare istimewa bukan kemampuan rata-rata warganya, melainkan atmosfer di mana salah itu normal dan tidak menakutkan.

Sus Darminasari, awardee LPDP dan alumni Pare, mengakui bahwa awalnya ia merasa sangat aneh harus berbicara bahasa Inggris sepanjang waktu. Tapi setelah beberapa hari, lingkungan yang suportif membalik persepsinya: justru yang berbicara bahasa Indonesia di sana yang mulai terasa "aneh."

Pergeseran psikologis itulah yang tidak bisa didapatkan dari kelas online mana pun.

 

Gagal Gaul dengan Slang: Ketika Leluconnya Tidak Sampai ke Otak

Ada satu jenis momen memalukan lain yang jarang dibicarakan: saat ada yang melontarkan lelucon dalam bahasa Inggris, dan kamu hanya bisa ikut tertawa meski tidak tahu letak lucunya di mana.

Ini bukan soal kemampuan bahasa saja, tapi soal referensi budaya. Bahasa Inggris sehari-hari penuh dengan idiom, slang, dan referensi pop culture yang tidak ada di buku teks. Dan ketika seseorang nekad memakainya tanpa benar-benar memahami konteksnya, hasilnya bisa lebih memalukan dari sekadar salah pelafalan. Tantangan salah pakai slang bahasa Inggris ini ternyata punya lapisan masalah tersendiri yang sering diabaikan oleh pemula.

 Baca Juga: Imposter Syndrome Kelas Advanced, Kenapa Si Pro Pun Masih Ragu?

Bagaimana Cara Cepat Memperbaiki Pronunciation yang Salah?

Metode yang direkomendasikan adalah imitate (meniru) dengan suara nyaring. Caranya sederhana: dengarkan penutur asli, lalu tirukan dengan suara yang lebih keras dari biasanya. Bukan bisik-bisik, bukan dalam hati.

Kenapa harus nyaring? Karena saat mulut dipaksa bekerja keras menghasilkan bunyi yang asing, telinga dan otak ikut bekerja keras mengevaluasinya. Kombinasi umpan balik suara ini mempercepat koreksi otomatis jauh lebih efisien dibanding sekadar membaca aturan pelafalan.

Dan ya, ini berarti kamu perlu siap terdengar konyol dulu sebelum terdengar benar.

 

Canggung Itu Wajar, Tapi Ada Harganya

Setiap pelajar di Pare punya harga yang harus dibayar untuk kemampuannya: serangkaian momen memalukan, wajah dicoret bedak, nyanyian di depan umum, atau tawa seisi kelas. Tapi harga itu jauh lebih murah daripada rasa takut berbicara yang dibawa bertahun-tahun setelah lulus.

Bahkan canggung pun punya dimensinya sendiri. Ada yang canggungnya karena logat medok yang susah dihilangkan, ada yang canggungnya karena blank total saat presentasi di depan tutor, ada yang canggungnya karena terlanjur memakai slang TikTok di depan orang yang salah.

Tapi semua jenis canggung itu punya satu kesamaan: kalau dihadapi di tempat yang tepat dengan orang yang tepat, itu hanya soal waktu sebelum jadi cerita lucu yang diceritakan ulang saat reuni.

 

Catatan koreksi preposisi bahasa Inggris pelajar di buku tulis
Catatan koreksi preposisi bahasa Inggris pelajar di buku tulis

Kampung Inggris Pare bukan tempat orang datang karena sudah jago. Mereka datang justru karena ingin berhenti takut salah. Dan dari kompilasi insiden di atas, jelas bahwa rasa malu di sini punya fungsi: ia adalah katalis, bukan hambatan.

Kalau kamu sedang mempertimbangkan untuk datang ke Pare tapi takut salah bicara, kabar baiknya adalah: semua orang di sana sudah pernah ada di posisi yang sama. Salah sebut "zero" jadi "sore" bukan akhir dari segalanya. Itu hanya awal dari kenangan yang akan kamu tertawakan seumur hidup.

Lihat pilihan paket dan program belajar di Kampung Inggris Pare di kampung inggris pare jika kamu sudah siap memulai babak "memalukan" yang paling produktif dalam hidupmu.

 

DAFTAR SUMBER

  1. Aldijana, M. B. (2024). Anggapan Sesat Seputar Kampung Inggris Pare yang Beredar di Masyarakat.
  2. Language Center (LC) Pare. (2017). Common Mistakes in Speaking English (2).
  3. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Webster & Ocean. (2026). Hukuman Unik di Kampung Inggris Pare.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *