Formula Menulis Abstrak Penelitian yang Diterima Jurnal Internasional

Formula Menulis Abstrak Penelitian yang Diterima Jurnal Internasional

Global English - Abstrak sering menjadi bagian pertama, dan kadang satu-satunya bagian, yang dibaca oleh editor, reviewer, maupun pembaca lain sebelum memutuskan untuk membaca naskah secara lengkap.

Karena posisinya yang strategis, abstrak yang lemah dapat menurunkan minat pembaca terhadap naskah, sekalipun isi penelitiannya kuat.

 

Apa yang Membuat Abstrak "Memenuhi Ketentuan Global"

Abstrak yang baik untuk jurnal internasional umumnya bersifat mandiri, artinya dapat dipahami tanpa perlu membaca naskah lengkap.

Abstrak semacam ini biasanya mencakup lima unsur pokok: latar belakang singkat masalah penelitian, tujuan penelitian, metode yang digunakan, temuan utama, dan implikasi atau kesimpulan. Kelima unsur ini sering disebut sebagai struktur IMRaD dalam bentuk mini.

 

Baca Juga: Prompt AI Bahasa Inggris, Rahasia Hasil Presisi

 

Struktur Abstrak yang Umum Digunakan

Sebagian jurnal meminta abstrak terstruktur dengan subjudul eksplisit seperti Background, Objective, Methods, Results, dan Conclusion. Sebagian jurnal lain meminta abstrak dalam bentuk paragraf tunggal tanpa subjudul, namun tetap harus memuat kelima unsur tersebut secara implisit dan berurutan secara logis.

Panjang abstrak biasanya berkisar antara 150 hingga 300 kata, tergantung ketentuan masing-masing jurnal. Penulis wajib memeriksa pedoman penulis (author guidelines) jurnal tujuan karena batas kata ini bisa berbeda cukup signifikan antarjurnal, bahkan dalam bidang ilmu yang sama.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menulis Abstrak

Kesalahan yang paling umum ditemukan adalah abstrak yang hanya menjelaskan latar belakang secara panjang lebar namun tidak menyampaikan temuan penelitian secara spesifik.

Kesalahan lain adalah mencantumkan data atau angka yang sebenarnya tidak dibahas dalam naskah utama, atau sebaliknya, tidak mencantumkan temuan kuantitatif penting yang seharusnya menjadi daya tarik utama penelitian tersebut.

Penulis juga sering menuliskan abstrak dengan bahasa yang terlalu umum, misalnya menyebut "hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan" tanpa menjelaskan arah pengaruh tersebut atau besarannya secara singkat.

 

Formula Praktis Menyusun Abstrak

Salah satu pendekatan yang banyak digunakan penulis akademik adalah formula satu hingga dua kalimat untuk setiap unsur: satu kalimat untuk latar belakang masalah, satu kalimat untuk tujuan penelitian, satu hingga dua kalimat untuk metode, dua hingga tiga kalimat untuk temuan utama, dan satu kalimat penutup untuk implikasi atau kontribusi penelitian.

Dengan formula ini, penulis dapat memastikan abstrak tetap padat namun tidak kehilangan informasi penting. Setelah draf awal selesai, abstrak sebaiknya dibaca ulang tanpa melihat naskah utama untuk memastikan setiap kalimat dapat dipahami secara mandiri oleh pembaca yang belum mengetahui konteks penelitian sama sekali.

Formula Menulis Abstrak Penelitian yang Diterima Jurnal Internasional

Memilih Kata Kunci yang Tepat

Selain abstrak, sebagian besar jurnal juga meminta pencantuman tiga hingga enam kata kunci (keywords). Kata kunci sebaiknya dipilih berdasarkan istilah yang benar-benar digunakan komunitas ilmiah di bidang terkait, bukan sekadar kata yang terdengar relevan menurut penulis.

Menghindari pengulangan kata yang sudah muncul di judul juga disarankan, karena beberapa basis data pengindeks memberi bobot pencarian berdasarkan kombinasi judul, abstrak, dan kata kunci secara bersamaan.

 

Baca Juga: Bahasa Inggris untuk Importir, Panduan Anti Gagal

 

Menyesuaikan Abstrak dengan Gaya Selingkung Jurnal

Setiap jurnal memiliki preferensi gaya abstrak yang sedikit berbeda, mulai dari penggunaan orang pertama jamak ("we found that...") hingga gaya pasif yang lebih formal ("it was found that...").

Menyesuaikan gaya abstrak dengan beberapa contoh artikel yang sudah terbit di jurnal tujuan adalah cara praktis untuk meningkatkan kecocokan naskah dengan ekspektasi editor.

 

Kesimpulan

Abstrak yang baik bersifat mandiri, padat, dan mencakup latar belakang, tujuan, metode, temuan, serta implikasi penelitian secara jelas. Menggunakan formula terstruktur dalam penyusunannya membantu penulis menghindari abstrak yang terlalu umum atau tidak informatif.

Menyesuaikan gaya penulisan dengan ketentuan dan kebiasaan jurnal tujuan turut meningkatkan peluang naskah dipertimbangkan secara serius oleh editor.

 

Penulis & Publikasi: Sholikhatun Nikmah (snn)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *