Sejarah Kata Orange, Buah atau Warna Duluan?

Sejarah kata orange dimulai dari nama buah jeruk seperti ini

Kata "orange" ternyata lebih dulu jadi nama buah jeruk sejak zaman India kuno sebelum akhirnya dipakai sebagai nama warna di Inggris pada tahun 1502. Sebelum itu, orang Inggris terpaksa menyebut warna oranye sebagai "geoluhred" alias kuning-merah karena memang belum punya kata sendiri.

Saya yakin banyak yang belum sadar kalau warna favorit banyak orang ini sebenarnya "numpang nama" dari buah. Dan proses numpangnya ini melewati jalur sejarah yang panjang banget.

 

Dari Mana Asal Kata Orange yang Sebenarnya?

Kata orange berasal dari bahasa Sanskerta nāraṅgah yang muncul dalam teks medis India abad pertama Masehi, kemungkinan diserap dari bahasa Dravida seperti Tamil (nāram) atau Telugu (nāriṃja). Kata purba lain menyebutnya berasal dari Nurga yang berarti "harum".

Menariknya, dalam bahasa Sanskerta kuno kata ini juga pernah diartikan sebagai "buah yang disukai gajah" atau "buah seperti gajah", kemungkinan karena kulit jeruk yang tebal dan berkerut mirip kulit gajah.

Seiring buah ini diperdagangkan ke arah barat lewat Jalur Sutra, namanya terus berubah bentuk:

  • Bahasa Persia menjadi nārang.
  • Bahasa Arab menjadi nāranj.
  • Bahasa Italia abad pertengahan menjadi naransia atau arancia.
  • Bahasa Prancis Kuno menjadi orenge atau pomme d'orenge, yang secara harfiah berarti "apel oranye".

 

Kenapa Kata Orange Kehilangan Huruf N di Depannya?

Kata orange kehilangan huruf N di depannya karena fenomena linguistik bernama rebracketing, kesalahan pemisahan kata sandang yang terjadi di Prancis Kuno. Ini murni kesalahan pelafalan yang akhirnya menetap permanen.

Saat orang menyebut "un narenge" (sebuah jeruk), pelafalannya terdengar menyatu sehingga orang salah mengira jeruk itu bernama arenge atau orenge. Huruf N pun hilang selamanya begitu kata ini masuk bahasa Inggris abad pertengahan sekitar abad ke-13, saat itu masih murni sebagai nama buah.

 

Bagaimana Orang Inggris Menyebut Warna Oranye Sebelum Ada Katanya?

Sebelum ada kata orange sebagai warna, orang Inggris menyebut warna di antara merah dan kuning sebagai geoluhred atau geoluread, yang secara harfiah berarti yellow-red. Kondisi ini bertahan hampir seribu tahun lamanya.

Semua objek alam berwarna oranye, mulai dari senja, daun musim gugur, sampai api unggun, disebut dengan istilah gabungan itu karena bahasa Inggris memang belum punya kosakata mandiri untuk warna ini.

Sebagai alternatif, orang-orang zaman dulu meminjam nama rempah atau mineral seperti saffron, citrine, amber, atau red-gold untuk menggambarkan nuansa oranye tertentu.

Bukti nyata "krisis kata" ini ditunjukkan oleh Geoffrey Chaucer, sastrawan legendaris Inggris abad ke-14. Saat menulis The Canterbury Tales bagian The Nun's Priest's Tale di tahun 1390-an, ia kesulitan mendeskripsikan bulu seekor rubah merah-oranye, sampai akhirnya terpaksa menulis bulu itu berwarna "betwixe yellow and reed", alias di antara kuning dan merah.

 Baca Juga: Kosakata Warna Spesifik: Beda Crimson, Maroon, Scarlet

Kapan Orange Resmi Jadi Nama Warna dalam Bahasa Inggris?

Orange resmi tercatat sebagai nama warna dalam bahasa Inggris pada tahun 1502, jauh setelah namanya dipakai untuk buah jeruk. Catatan pertamanya muncul dalam dokumen pembelian pakaian bersulam beludru oranye untuk Margaret Tudor, kakak perempuan Raja Henry VIII.

Kassia St. Clair, penulis buku The Secret Lives of Colour, mengonfirmasi bahwa penggunaan orange sebagai nama warna di Inggris memang pertama kali terdokumentasi di tahun 1502 untuk mendeskripsikan pakaian Margaret Tudor tersebut.

Sepuluh tahun berselang, tepatnya 1512, kata ini kembali ditulis sebagai nama warna dalam sebuah dokumen wasiat di Inggris. Artinya butuh waktu kurang dari 200 tahun sejak kata orange resmi dikonfirmasi sebagai nama buah sampai akhirnya dipakai luas sebagai nama warna.

 

Kenapa Newton Memasukkan Orange ke dalam Warna Pelangi?

Newton memasukkan orange sebagai salah satu dari tujuh warna pelangi karena ia ingin jumlah warnanya selaras dengan tujuh tangga nada musik atau oktaf yang ia yakini saling terhubung, bukan murni karena alasan ilmiah semata. Eksperimen ini dilakukan lewat pembiasan cahaya menggunakan prisma di tahun 1660-an hingga 1670-an.

Newton memetakan spektrum warna pelangi jadi tujuh warna utama: merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila (indigo), dan ungu. Keputusan memasukkan oranye dan indigo inilah yang akhirnya membuat kata orange makin diresmikan ke dalam kosakata ilmiah internasional.

Perkembangan kosakata warna seperti ini sebenarnya bukan kebetulan.

Noga Zaslavsky, ilmuwan kognitif dari The Hebrew University Jerusalem, dalam studi PNAS tahun 2018 menjelaskan bahwa sistem penamaan warna di berbagai bahasa dunia berevolusi secara efisien untuk mengompresi ide warna ke dalam kata seminimal mungkin tanpa kehilangan akurasi komunikasi, dan kategori warna baru muncul seiring meningkatnya kebutuhan akurasi komunikasi masyarakat.

 

Naskah kuno jadi bukti sejarah kata orange sebelum jadi nama warna
Naskah kuno jadi bukti sejarah kata orange sebelum jadi nama warna

Bagaimana Kata Orange Sampai ke Bahasa Indonesia?

Dalam bahasa Indonesia, kata orange masuk lewat dua jalur berbeda yaitu oranye dan jingga. Oranye diserap dari bahasa Belanda oranje yang secara historis merujuk pada nama buah jeruk, sementara jingga diserap dari bahasa Jawa Kuno.

Keduanya sekarang dipakai bergantian untuk menyebut spektrum warna hangat antara merah dan kuning, dengan panjang gelombang sekitar 585 sampai 620 nanometer.

Kalau Anda tertarik dengan cara bahasa membentuk persepsi warna semacam ini secara lebih luas, saya sudah bahas tuntas soal psikologi warna bahasa inggris yang menjelaskan kenapa fenomena ini terjadi di berbagai bahasa dunia, bukan cuma pada kata orange saja.

Kalau tertarik memperdalam trivia kebahasaan seperti ini sambil belajar langsung dari pengajar, cek dulu program belajar bahasa Inggris yang tersedia sesuai level Anda.

Nama buah jeruk memang jauh lebih dulu ada dibanding nama warnanya, dan perjalanan kata orange dari Sanskerta sampai bahasa Inggris modern membuktikan betapa dinamisnya evolusi bahasa. Kisah ini juga jadi bukti bahwa bahasa berkembang sesuai kebutuhan komunikasi manusia dari waktu ke waktu.

 

DAFTAR SUMBER

  1. Merriam-Webster Dictionary. Did 'Orange' The Fruit Or The Color Come First?
  2. Zaslavsky, N., Kemp, C., Regier, T., & Tishby, N. (2018). Efficient compression in color naming and its evolution. Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), 115(31), 7937-7942.
  3. Wikipedia Contributors. (2026). Orange (word). Wikipedia, The Free Encyclopedia.

Penulis: Rachel Wijayani (cel)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *