Psikologi Warna Bahasa Inggris, Kenapa Mata Kita Beda-beda?

Psikologi warna bahasa Inggris terlihat dari cara mata mengenali warna kain

Riset linguistik membuktikan bahwa kosakata warna dalam suatu bahasa benar-benar mengubah cara otak memproses apa yang dilihat mata, bukan sekadar soal selera bicara. Dari suku Himba di Namibia sampai penutur Rusia yang lebih cepat membedakan biru, semuanya jadi bukti bahwa belajar psikologi warna bahasa Inggris berarti melatih otak punya "lensa" baru.

Saya mau mulai dengan pertanyaan yang kelihatannya sepele tapi jawabannya bikin geleng-geleng kepala. Warna merah yang Anda lihat sekarang, apakah benar-benar sama dengan merah yang dilihat orang lain di ujung dunia sana?

Secara fisik, jawabannya rumit. Warna itu spektrum cahaya yang mengalir tanpa batas, tidak ada garis tegas antara "merah" dan "oranye" di alam. Tapi otak manusia butuh kotak-kotak biar bisa berpikir cepat, dan di situlah bahasa masuk.

 

Kenapa Bahasa Bisa Mengubah Cara Kita Melihat Warna?

Bahasa mengubah cara kita melihat warna karena otak memakai label kata sebagai jalan pintas untuk mengelompokkan gelombang cahaya yang sebenarnya kontinu. Begitu ada nama, otak jadi lebih cepat memisahkan satu warna dari warna lain yang mirip.

Fenomena ini jadi rebutan dua kubu besar dalam ilmu bahasa selama puluhan tahun:

  • Universalism, yang percaya biologi mata manusia sama di mana pun, jadi persepsi warna seharusnya sama juga.
  • Relativism, yang berpegang pada Hipotesis Sapir-Whorf, meyakini bahasa yang kita pakai ikut menentukan cara kita berpikir dan melihat dunia.

Riset-riset terbaru justru menunjukkan keduanya sama-sama benar, cuma di level yang beda.

 

Bagaimana Bahasa-bahasa di Dunia Mengelompokkan Warna?

Bahasa di dunia ternyata punya pola yang sangat teratur dalam menambah kosakata warna, dan pola ini pertama kali dipetakan oleh dua antropolog di tahun 1969. Semakin kompleks kebutuhan komunikasi sebuah masyarakat, semakin banyak istilah warna dasarnya.

Brent Berlin dan Paul Kay menerbitkan riset berjudul Basic Color Terms: Their Universality and Evolution yang menemukan bahwa Istilah Warna Dasar (Basic Color Terms) di berbagai bahasa berkisar antara 2 sampai 11 kata saja. Bahasa Inggris modern sendiri sudah mentok di angka 11: black, white, red, green, yellow, blue, brown, purple, pink, orange, dan gray.

Yang bikin geleng kepala, urutan kemunculan warna ini hampir selalu ikut pola yang sama di seluruh dunia:

  • Tahap I: cuma kenal hitam dan putih, seperti bahasa Suku Dhani di Papua.
  • Tahap II: muncul kata untuk merah.
  • Tahap III-IV: muncul hijau atau kuning.
  • Tahap V: muncul biru.
  • Tahap VI: muncul cokelat.
  • Tahap VII: baru muncul pink, ungu, oranye, dan abu-abu, tanpa urutan baku.

Saat sebuah bahasa belum sempat memisahkan hijau dan biru, mereka biasanya memakai satu kata payung yang disebut "Grue", gabungan green dan blue. Fenomena ini banyak ditemukan di bahasa-bahasa suku Afrika dan Amerika Utara.

Kalau Anda penasaran kenapa satu warna bisa punya banyak nama turunan yang beda nuansa dalam bahasa Inggris, saya sudah bahas tuntas soal kosakata warna spesifik seperti crimson, maroon, dan scarlet yang sering bikin bingung pembelajar.

 

Apa Bukti Nyata Bahasa Mengubah Penglihatan Manusia?

Bukti paling gamblang datang dari eksperimen pada Suku Himba di Namibia utara, yang matanya secara harfiah "mengabaikan" warna yang tidak punya nama di bahasa mereka. Debi Roberson, peneliti dari University of Essex, membuktikan ini lewat perbandingan langsung dengan anak-anak Inggris.

Suku Himba cuma punya 5 istilah warna dasar:

  • Serandu, mencakup merah, oranye, dan pink.
  • Zoozu, untuk warna-warna gelap seperti hitam dan biru tua.
  • Vapa, untuk putih dan gradasi kuning.
  • Borou, gabungan hijau dan biru tanpa pemisahan.
  • Dumbu, untuk hijau lain, merah, dan cokelat.

Dalam dokumentasi BBC Horizon, orang Himba diperlihatkan lingkaran berisi 11 kotak hijau serupa plus 1 kotak hijau dengan rona sedikit beda. Mereka langsung menunjuk kotak yang berbeda itu tanpa mikir lama, karena dalam bahasa mereka dua rona hijau itu memang dua kata terpisah.

Tapi giliran diminta menunjuk kotak biru laut di antara kotak-kotak hijau, mereka kesulitan setengah mati. Bagi kita yang terbiasa memisahkan biru dan hijau, ini kedengaran aneh. Tapi bagi Himba, biru dan hijau sama-sama masuk kata "Borou", jadi mata mereka secara kognitif menganggapnya satu warna saja.

 

Kenapa Orang Rusia Bisa Lebih Cepat Membedakan Warna Biru?

Orang Rusia lebih cepat membedakan dua warna biru karena bahasa mereka mewajibkan pemisahan biru muda (goluboy) dan biru tua (siniy) sebagai dua kata dasar yang berbeda, bukan satu kata payung seperti "blue" dalam bahasa Inggris. Riset ini dipublikasikan di jurnal PNAS tahun 2007.

Tim peneliti yang dipimpin Jonathan Winawer dan Lera Boroditsky menguji kecepatan diskriminasi visual memakai spektrum biru. Hasilnya:

  • Orang Rusia jauh lebih cepat membedakan dua biru kalau keduanya beda kategori (satu goluboy, satu siniy) dibanding kalau sama kategori.
  • Efek keunggulan ini sama sekali tidak muncul pada penutur bahasa Inggris yang lihat stimulus persis sama.
  • Saat peserta Rusia diberi gangguan verbal, disuruh menghafal angka acak sambil melihat warna, keunggulan kecepatan itu langsung hilang seketika.

Jonathan Winawer dari MIT menyebut bahwa kategori dalam bahasa memengaruhi kinerja tugas persepsi warna yang paling sederhana sekalipun, dan efek ini bekerja secara real-time di dalam proses berpikir sehari-hari.

Owen Kapelle dan Monique Flecken dari University of Amsterdam (2025) menjelaskan ini lewat dua sistem kerja otak.

Top-down processing memakai label bahasa sebagai ekspektasi yang mempercepat keputusan visual, sementara bottom-up processing cuma mengandalkan stimulus mentah dari retina tanpa bantuan bahasa.

Saat sistem top-down dikunci gangguan verbal, otak Rusia terpaksa balik ke mode bottom-up murni, dan keunggulannya pun raib.

 

Kenapa Kita Bisa Salah Sebut Warna Saat Membaca Kata yang Berbeda?

Kita bisa salah sebut warna karena otak memproses bacaan kata secara otomatis, jauh lebih cepat dan tertanam kuat dibanding mengenali warna fisik murni. Fenomena ini dikenal sebagai Efek Stroop, ditemukan psikolog J. Ridley Stroop.

Coba sebutkan warna tinta dari kata HIJAU yang ditulis pakai tinta kuning, atau BIRU yang ditulis pakai tinta merah. Pasti ada jeda kecil sebelum otak berhasil menjawab benar.

Dr. Gina Anindyajati, Sp.KJ, menjelaskan bahwa membaca kata adalah proses otomatis yang jauh lebih tertanam di otak dibanding mengenali warna secara murni, sehingga saat makna kata tidak selaras dengan warna fisiknya, terjadi konflik pengolahan informasi.

Bagian otak bernama singulata anterior harus kerja ekstra keras menyaring gangguan itu, dan efek ini kerap dipakai psikolog untuk mengukur kelelahan fokus seseorang.

 Baca Juga: Makna Asli Caught Red Handed dari Hukum Skotlandia Kuno

Kalau Biru Cuma Satu Kata di Bahasa Inggris, Kenapa di Idiom Selalu Soal Sedih?

Menariknya, biru punya beban budaya tersendiri yang bikin kata ini identik dengan kesedihan dalam banyak idiom bahasa Inggris, sesuatu yang tidak dialami warna lain seperti merah atau hijau.

Kalau penasaran kenapa makna idiom warna biru selalu berujung ke suasana hati yang murung, dari "feeling blue" sampai lukisan biru Picasso, jawabannya ada di sains warna dan sejarah seni sekaligus.

 

Bagaimana Nama-nama Warna di Indonesia Terbentuk?

Nama-nama warna di Indonesia sebagian besar terbentuk dari fenomena alam dan rumpun bahasa Proto Austronesia, bukan hasil klasifikasi ilmiah seperti di Barat. Riset dari Windy Endriani dan Dianita Indrawati (2022) dari Universitas Negeri Surabaya menunjukkan pola ini jelas kelihatan.

Xu Yunyu, dosen dari Tianjin University of Foreign Studies, dalam disertasinya di UGM mencatat bahasa Indonesia punya 6 warna dasar yakni putih, hitam, merah, kuning, hijau, dan biru, sementara bahasa Mandarin punya 8. Warna ungu, abu-abu, dan cokelat di Indonesia sedang dalam proses berkembang jadi warna dasar baru.

Beberapa etimologi warna lokal yang menarik menurut esais budaya Adhyra Irianto:

  • Putih berasal dari putiq yang berarti mengkilap atau berkilau.
  • Hitam dari qitem yang merujuk pada awan mendung.
  • Merah dari mirah, sebutan lokal batu delima merah.
  • Kuning dari kunij, akar kata yang sama dengan kunyit.
  • Biru diserap dari bahasa Sanskerta bhiru yang awalnya menyebut ikan konsumsi, lalu bergeser ke segala hal berbau air.
  • Cokelat serapan murni dari bahasa Belanda chocolade, awalnya justru merujuk proses fermentasi kakao, bukan warna.
  • Oranye diambil dari nama keluarga bangsawan Belanda, von Oranje.

Kalau soal oranye ini bikin Anda penasaran kenapa nama warna dan nama buahnya bisa mirip persis, saya sudah kupas lengkap soal sejarah kata orange dan bagaimana huruf N-nya hilang di tengah jalan dari Sanskerta sampai bahasa Inggris.

 

Belajar psikologi warna bahasa Inggris lewat flashcard kosakata warna
Belajar psikologi warna bahasa Inggris lewat flashcard kosakata warna

Apa Manfaat Memahami Psikologi Warna Bahasa Inggris Bagi Pembelajar?

Manfaat utamanya adalah membangun jalur kognitif baru di otak, bukan sekadar menambah hafalan kosakata. Saat Anda menguasai kata warna dalam bahasa asing, otak sedang dilatih mengenali gradasi visual yang sebelumnya mungkin tidak pernah disadari.

Paul Kay dari University of California, Berkeley bersama Terry Regier dari University of Chicago pernah menegaskan bahwa ada batasan universal dalam penamaan warna di dunia, namun perbedaan penamaan tiap bahasa tetap menyebabkan perbedaan nyata dalam kognisi dan persepsi visual penuturnya.

Bagi saya, ini alasan paling masuk akal kenapa belajar bahasa Inggris bukan cuma soal tata bahasa dan grammar. Ada proses melatih otak untuk punya "lensa" tambahan, sesuatu yang tidak bisa didapat cuma dari menghafal buku teks.

Kalau tertarik menajamkan kepekaan bahasa sekaligus kosakata visual semacam ini secara serius, ada baiknya cek langsung pilihan program intensif yang tersedia, karena membangun sensitivitas bahasa seperti ini lebih cepat lewat latihan terarah dibanding belajar sendirian.

Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, ia benar-benar ikut membentuk cara mata dan otak memproses warna, dari suku Himba di Namibia sampai penutur Rusia yang lebih cepat mengenali biru. Semakin kaya kosakata warna yang dikuasai, semakin tajam pula kemampuan otak membedakan detail visual di sekitar kita.

 

DAFTAR SUMBER

  1. Winawer, J., Witthoft, N., Frank, M. C., Wu, L., Wade, A. R., & Boroditsky, L. (2007). Russian blues reveal effects of language on color discrimination. Proceedings of the National Academy of Sciences, 104(19), 7780-7785.
  2. Kapelle, O., & Flecken, M. (2025). Perceiving colour through a language lens: a scoping review of experimental work on effects of language on colour perception. Language and Cognition, 17, e45.
  3. Endriani, W., & Indrawati, D. (2022). Klasifikasi Penamaan Warna dalam Bahasa Indonesia: Kajian Antropologi Linguistik. Sapala Hata, 9(02), 133-143.

Penulis: Rachel Wijayani (cel)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *