Makna Idiom Warna Biru, Kenapa Biru Identik Sedih?
Warna biru punya jejak panjang sebagai simbol kesedihan, mulai dari lukisan jubah Bunda Maria di abad pertengahan, Periode Biru Pablo Picasso, sampai kelahiran musik Blues di Amerika Serikat.
Sains
modern bahkan membuktikan otak manusia yang sedang sedih benar-benar kehilangan
sedikit ketajaman melihat warna biru dan kuning.
Saya sering
dengar orang bilang "feeling blue" tanpa tahu kenapa harus biru,
bukan hijau atau ungu. Ternyata ada alasan yang jauh lebih dalam dari sekadar
kebiasaan bahasa.
Kenapa "Feeling
Blue" Berarti Sedih dalam Bahasa Inggris?
"Feeling
blue" berarti sedih karena warna biru secara kultural di dunia Barat sudah
lama diasosiasikan dengan suasana hati murung, lesu, dan kesendirian, bukan
cuma soal warna langit atau laut yang tenang. Idiom ini jadi salah satu
ungkapan paling populer dalam percakapan sehari-hari bahasa Inggris.
Ada dua
idiom yang paling sering muncul dan wajib Anda tahu:
- Feeling blue, dipakai untuk
menggambarkan suasana hati yang murung atau lesu.
- Blue Christmas, istilah untuk
momen Natal yang dilewati dengan kesedihan atau kedukaan.
Yang
menarik, biru sebenarnya warna yang ambigu. Di satu sisi ia memicu ketenangan
dan stabilitas seperti laut dan langit luas. Di sisi lain, biru juga menandai
kesepian, isolasi, dingin, sampai kondisi darurat medis seperti code blue untuk
henti jantung.
Persepsi
ini juga tidak seragam di seluruh dunia. Di Korea, biru dipandang sebagai warna
berkabung. Bagi masyarakat Indonesia, biru bahkan menyimpan memori historis
dari era kolonial Belanda, yang puncaknya ditandai peristiwa perobekan warna
biru bendera Belanda di Hotel Oranje, Surabaya.
Apakah Sains Membuktikan
Hubungan Biru dan Kesedihan?
Sains
membuktikan hubungan biru dan kesedihan bukan sekadar metafora bahasa, tapi ada
bukti fisik di otak dan mata manusia. Riset psikologi pada 125 perempuan muda
menemukan korelasi positif sebesar 0,69 antara warna biru dan suasana hati
depresif.
Yang lebih
mengejutkan lagi, penelitian menunjukkan rasa sedih secara fisik mengubah cara
mata melihat warna. Orang yang diinduksi secara emosional untuk merasa sedih
terbukti kurang akurat mengidentifikasi warna pada poros biru-kuning dibanding
mereka yang merasa gembira atau netral.
Christopher
Thorstenson, peneliti dari University of Rochester dan penulis pertama studi
ini, menjelaskan bahwa suasana hati dan emosi dapat memengaruhi cara kita
melihat dunia di sekitar kita, dan kesedihan secara spesifik merusak proses
visual dasar yang terlibat dalam mempersepsikan warna.
Kerusakan
visual spesifik ini diduga kuat berkaitan dengan fungsi dopamin,
neurotransmiter otak yang mengatur motivasi sekaligus persepsi warna di poros
biru-kuning tersebut.
Kenapa Bunda Maria
Digambarkan Berjubah Biru dalam Lukisan Klasik?
Bunda Maria
mulai digambarkan berjubah biru sejak paruh pertama abad ke-12 sebagai simbol
duka mendalam seorang ibu yang sudah tahu takdir kematian anaknya sejak lahir.
Sebelum masa itu, tokoh suci biasanya digambarkan dengan pakaian gelap seperti
hitam, abu-abu, atau cokelat tua sebagai tanda berkabung.
Pigmen biru
yang dipakai saat itu berasal dari batu lapis lazuli yang harganya sangat
mahal. Warna ini dipilih karena dianggap mampu menggambarkan cinta keibuan
sekaligus kesedihan yang begitu luminous dan sendu.
Johann
Wolfgang von Goethe, sastrawan sekaligus filsuf Jerman, dalam bukunya Theory of
Colors tahun 1810 menulis bahwa biru memberikan kesan dingin dan mengingatkan
pada bayangan, di mana ruangan yang didominasi biru murni akan terlihat luas
namun sekaligus terasa kosong dan dingin, dan memandang lanskap lewat kaca biru
akan memberi kesan muram serta melankolis.
Baca Juga: Sejarah Kata Orange, Buah atau Warna Duluan?
Kenapa Picasso Punya
"Periode Biru" dalam Karirnya?
Picasso
melukis dalam nuansa biru dominan selama periode 1901 sampai 1904 karena
kemiskinan hidupnya di Paris berpadu dengan duka mendalam atas kematian
sahabatnya, Carles Casagemas, yang bunuh diri dengan menembak kepalanya
sendiri. Fase ini kemudian dikenal sebagai "Periode Biru" dalam
sejarah seni rupa dunia.
Karya-karyanya
di masa itu didominasi nuansa biru dan hijau muram, salah satunya lukisan mandi
berjudul The Blue Room. Lewat karya ini, Picasso memakai warna biru untuk
mengekspresikan penderitaan manusia, kemiskinan, kesepian, dan kesedihan
orang-orang pinggiran kota.
Patricia
Favero, konservator asosiasi di The Phillips Collection, pernah mengomentari
penemuan lukisan tersembunyi di balik kanvas biru The Blue Room ini.
Ia menyebut
lukisan tersebut sangat penting dalam karya awal Picasso karena dianggap
sebagai lukisan awal Periode Biru, dan penemuan lukisan lain di bawahnya
memberi wawasan luar biasa soal perkembangan artistik Picasso di tahun itu.
Kenapa Musik Blues Dinamai
dari Warna Biru?
Musik Blues
dinamai dari warna biru karena genre ini lahir dari ratapan komunitas
Afrika-Amerika di Amerika Serikat bagian Selatan pada akhir tahun 1800-an,
berakar dari lagu kerja, lagu rohani, dan teriakan ratapan pasca-Perang
Saudara. Nada-nada datar atau sengau yang dipakai disebut "blue
notes".
Blue notes
inilah yang memberi karakter melankolis khas, membedakannya dari musik harmonis
khas Eropa. Sejak saat itu, "biru" makin mengukuhkan posisinya
sebagai nada dari jiwa yang sedang berduka.
![]() |
| Lukisan biru menggambarkan makna idiom warna biru dalam seni |
Apa Bedanya Persepsi Biru
di Barat dan di Indonesia?
Perbedaan
utamanya, di Barat biru murni identik dengan kesedihan personal lewat idiom dan
seni, sementara di Indonesia biru lebih banyak menyimpan makna historis
kolektif, terutama terkait era kolonial. Konteks budaya ternyata memang
menentukan bagaimana satu warna dimaknai.
Kalau Anda
penasaran kenapa fenomena semacam ini bisa terjadi secara ilmiah, saya sudah
bahas lebih dalam soal psikologi warna bahasa inggris dan bagaimana
bahasa membentuk cara otak memproses warna secara umum, bukan cuma untuk biru
saja.
Belajar
memahami nuansa idiom seperti ini sebenarnya bagian penting dari penguasaan
bahasa Inggris yang natural. Kalau mau serius mendalami kosakata dan idiom
semacam ini secara terstruktur, ada baiknya lihat pilihan paket belajar
yang sesuai kebutuhan Anda.
Warna biru
menjadi simbol kesedihan bukan kebetulan bahasa semata, tapi hasil perpaduan
sains warna, sejarah seni, dan budaya yang berlapis selama berabad-abad.
Memahami idiom seperti "feeling blue" jadi lebih bermakna kalau kita
tahu akar sejarah dan buktinya di balik layar.
DAFTAR
SUMBER
- Association for Psychological
Science (APS). (2015). Feeling Blue? Sadness Can Impair Perception of
Color. Neuroscience News.
- Chaudhary, V., & Sharma, V.
(2023). Psychological Imprints of Color on Mood: A Study on Young Adult
Females. Remittances Review, 8(4), 3362-3370.
- Wikipedia Contributors. (2026).
The Blue Room (Picasso). Wikipedia, The Free Encyclopedia.
Penulis: Rachel Wijayani (cel)


