Slang Gen Alpha, Kenapa Skibidi & Rizz Masuk Kamus Kita?
Slang seperti skibidi dan rizz bukan sekadar ocehan tidak jelas dari anak-anak yang terlalu banyak nonton YouTube. Secara ilmu sosiolinguistik, bahasa ini punya fungsi sosial yang serius dan terbukti masuk ke kamus resmi dunia.
Suatu hari anak Anda pulang sekolah dan berkata, "Teman aku tuh skibidi banget, tapi dia lumayan ada rizz-nya." Anda manggut-manggut. Tapi di dalam hati, Anda sama sekali tidak mengerti kalimat itu.
Jangan panik. Anda bukannya sendirian.
Yang menarik adalah ini bukan soal anak-anak yang salah. Ini soal bagaimana bahasa bekerja, dan Gen Alpha kebetulan jadi generasi yang paling cepat mengubahnya. Secara ilmiah, ada penjelasan yang cukup masuk akal di balik semua kata-kata aneh itu.
Apa itu Bahasa Inggris Gen Alpha?
Bahasa Inggris Gen Alpha adalah varian bahasa Inggris informal yang berkembang di kalangan anak-anak yang lahir setelah tahun 2010, dibentuk secara dominan oleh budaya YouTube, TikTok, dan ekosistem
Berbeda dari bahasa gaul Gen Z yang lebih berbasis teks dan meme diam, bahasa Gen Alpha bersifat lebih visual, bertempo cepat, dan sering kali hiperbolik.
Contoh kata yang umum digunakan:
- Skibidi: awalnya tidak bermakna, kini dipakai untuk hal yang aneh atau absurd
- Rizz: kemampuan menarik perhatian orang lain secara romantis
- Sigma: seseorang yang dianggap mandiri dan tidak peduli opini publik
- Gyatt: ekspresi kekaguman (biasanya fisik)
- No cap: "serius, ini beneran"
- Slay: tampil atau melakukan sesuatu dengan sangat baik
- Brain rot: kebiasaan mengonsumsi konten internet yang tidak bermakna
Yang perlu dipahami: kata-kata ini bukan sembarangan. Ada jalur asal-usulnya yang bisa dilacak.
Dari Mana Skibidi Berasal?
Kata skibidi berasal dari animasi web viral di YouTube berjudul Skibidi Toilet, karya kreator Alexey Gerasimov (dikenal sebagai DaFuq!?Boom!). Serial ini menampilkan kepala manusia yang bernyanyi dari dalam toilet dan berperang melawan kamera berkepala manusia.
Kontennya memang absurd. Tapi itulah tepatnya yang membuat kata ini menyebar.
Karena tidak punya makna tetap sejak awal, skibidi menjadi kata yang fleksibel. Anak-anak bisa menyisipkannya untuk mendeskripsikan sesuatu yang aneh, lucu, tidak masuk akal, atau bahkan sebagai sekadar filler dalam kalimat.
Dari sudut linguistik, ini adalah contoh bagaimana sebuah kata bisa lahir dari konteks budaya, bukan dari kamus.
Dari Mana Rizz Berasal?
Rizz adalah pemendekan dari bagian tengah kata bahasa Inggris charisma (karisma). Kata ini dipopulerkan oleh streamer Kai Cenat pada tahun 2022 dan meledak di TikTok tak lama setelahnya.
Kata ini digunakan untuk menggambarkan kemampuan seseorang dalam menarik perhatian orang lain secara romantis, bisa dipakai sebagai kata benda ("dia punya rizz") maupun kata kerja ("dia rizz dia up").
Puncaknya: Oxford Languages memilih rizz sebagai Oxford Word of the Year 2023. Casper Grathwohl, Presiden Oxford Languages, menyatakan bahwa pemilihan ini membuktikan bagaimana kata yang lahir di dalam komunitas internet tertentu bisa merembes ke dalam bahasa arus utama.
Ini bukan pertama kalinya kata slang masuk kamus resmi. Tapi rizz adalah salah satu yang paling cepat prosesnya.
Apakah Ini Merusak Bahasa Indonesia?
Pertanyaan ini sering muncul di kepala orang tua dan guru. Jawabannya: tidak otomatis merusak, tapi perlu diarahkan.
Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum., Guru Besar Bidang Ilmu Etnolinguistik dari Universitas Airlangga (UNAIR), menjelaskan posisinya dengan jelas:
"Bahasa Gen Alpha adalah identitas sosial mereka. Tidak akan merusak bahasa Indonesia selagi penggunaan itu hanya dalam konteks komunikasi mereka. Tapi jangan sampai merembes ke dalam ranah formal."
Artinya, masalahnya bukan pada keberadaan slang itu sendiri. Masalahnya muncul kalau anak tidak tahu kapan harus beralih ke bahasa formal.
Para peneliti membedakan dua jenis slang dalam komunitas ini:
- Primary slang: bahasa yang tumbuh alami di dalam subkultur, dipakai anak-anak dalam komunitas terdekat mereka
- Secondary slang: slang yang sudah mulai dipahami publik lebih luas dan menjadi pilihan gaya bicara
Selama anak memahami konteks penggunaan, kedua jenis itu tidak berbahaya secara linguistik.
Kenapa Slang Ini Penting Secara Sosial?
Di sinilah bagian yang sering dilewatkan dalam perdebatan soal "bahasa anak sekarang".
Secara sosiolinguistik, slang bukan sekadar cara ngobrol. Slang berfungsi sebagai:
- Alat identitas: cara anak menunjukkan dirinya bagian dari kelompok tertentu
- Navigasi hierarki sosial: siapa yang "up to date", siapa yang tidak
- Pembangun solidaritas: rasa kebersamaan dalam kelompok (in-group)
Lebih menarik lagi, ada konsep yang disebut "Perisai Semiotik" (Semiotic Shield) dalam penelitian terbaru. Ketika konten propaganda atau narasi disinformasi hadir di platform digital, Gen Alpha justru menghadapinya dengan membalas menggunakan bahasa slang yang konyol dan tidak serius.
Hasilnya? Narasi serius dari buzzer atau akun bot menjadi terasa cringe dan tidak relevan. Jadi ada dimensi ketahanan digital yang menarik di balik bahasa yang terdengar absurd ini.
Baca Juga: Slang Inggris TikTok 2026 yang Viral dan Wajib Kamu Tahu Artinya
Bagaimana Cara Orang Tua dan Guru Menyikapinya?
Tidak ada yang perlu dilarang secara keras di sini. Yang dibutuhkan adalah strategi fasilitasi, bukan represi (sebuah prinsip dasar dalam
Beberapa pendekatan yang bisa dicoba:
- Kenali dulu sebelum menghakimi: tanya anak apa arti kata yang mereka gunakan. Ini membangun koneksi, bukan konfrontasi.
- Ajarkan code-switching: jelaskan bahwa ada bahasa untuk teman, ada bahasa untuk ulangan, ada bahasa untuk lamaran kerja. Semua valid di tempatnya masing-masing.
- Gunakan slang sebagai jembatan belajar: rizz berasal dari charisma, yang punya akar dari bahasa Yunani kharisma. Itu sejarah linguistik yang menarik untuk diajarkan.
- Jangan ikut-ikutan pakai slang supaya terlihat keren: anak-anak tahu bedanya. Dan itu justru membuat mereka malas bicara jujur.
Para ahli bahasa memandang fenomena ini sebagai proses evolusi budaya yang alami. Yang perlu dilakukan orang dewasa adalah membantu anak memiliki literasi linguistik, bukan hanya mengandalkan
Apakah Slang Gen Alpha Akan Bertahan Lama?
Kemungkinan besar tidak semuanya. Dan itu hal yang normal.
Slang generasional punya siklus hidup sendiri. Beberapa kata bertahan dan masuk ke bahasa umum (seperti rizz yang kini ada di kamus Oxford). Sebagian besar akan memudar saat generasinya dewasa.
Yang lebih penting adalah memahami bahwa setiap generasi menciptakan bahasanya sendiri sebagai cara menavigasi dunia sosial mereka. Gen X punya bahasa gaulnya. Milenial punya. Gen Z punya. Dan Gen Alpha punya versi yang paling terpapar teknologi dari semua generasi sebelumnya.
Tugas kita bukan menghentikan evolusi itu. Tugas kita adalah memastikan mereka tetap bisa berbicara dalam lebih dari satu bahasa: bahasa internet dan bahasa dunia nyata.
![]() |
| orang tua kebingungan membaca pesan anak gen alpha yang penuh slang |
Slang Gen Alpha seperti skibidi dan rizz bukan pertanda kemerosotan bahasa. Kata-kata ini lahir dari budaya digital yang bergerak cepat dan berfungsi sebagai alat identitas sosial, bukan pengganti bahasa formal.
Yang dibutuhkan anak-anak bukan larangan menggunakan slang, melainkan kemampuan memilih bahasa yang tepat sesuai konteks, dan itu adalah tugas pendidik dan orang tua untuk membantu mereka sampai ke sana.
FAQ
Apa itu bahasa gaul Gen Alpha?
Bahasa gaul Gen Alpha adalah kosakata informal yang digunakan oleh anak-anak kelahiran 2010 ke atas, terutama terbentuk dari budaya YouTube, TikTok, dan game online. Contohnya antara lain skibidi (aneh/absurd), rizz (daya tarik romantis), sigma (mandiri), dan no cap (serius/jujur). Bahasa ini berkembang lebih cepat dari generasi sebelumnya karena terpapar internet sejak lahir.
Gen Alpha disebut gen apa?
Gen Alpha adalah sebutan untuk generasi yang lahir antara tahun 2010 hingga sekitar 2025. Istilah ini dipopulerkan oleh peneliti Mark McCrindle. Gen Alpha adalah generasi pertama yang lahir sepenuhnya di era smartphone dan media sosial, dan dianggap sebagai generasi paling terhubung secara teknologi sepanjang sejarah.
Apa arti kata skibidi?
Skibidi tidak memiliki arti tunggal yang tetap. Kata ini berasal dari serial animasi YouTube viral Skibidi Toilet karya Alexey Gerasimov. Kini digunakan sebagai kata sifat untuk mendeskripsikan sesuatu yang aneh, absurd, atau tidak masuk akal. Bisa juga berfungsi sebagai kata sisipan (filler) dalam percakapan, mirip seperti kata "gitu loh" dalam bahasa gaul Indonesia.
Apa itu Ohio rizz?
Ohio rizz adalah kombinasi dua slang populer Gen Alpha. Ohio dalam konteks internet digunakan sebagai metafora untuk hal yang aneh, memalukan, atau tidak menyenangkan (berasal dari meme "Only in Ohio"). Sementara rizz berarti daya tarik. Gabungan keduanya biasanya dipakai secara ironis, menggambarkan seseorang yang mencoba terlihat menarik tapi justru hasilnya awkward atau norak.
Apakah slang Gen Alpha merusak kemampuan bahasa Indonesia anak?
Tidak otomatis merusak, menurut para ahli. Prof. Ni Wayan Sartini dari UNAIR menyatakan bahwa slang Gen Alpha tidak merusak bahasa Indonesia selama penggunaannya terbatas pada konteks komunikasi informal. Yang perlu dijaga adalah agar bahasa slang tidak merembes ke ranah formal seperti ujian, surat, atau presentasi. Kunci utamanya adalah kemampuan code-switching: tahu kapan memakai bahasa formal dan kapan boleh santai.
Lihat Sumber Informasi
02. Mukorrobah, N. K. (2024, Desember 6). Pakar Bahasa UNAIR Soroti Bahasa Gaul Gen Alpha. Universitas Airlangga Official News.
03. Putri, G., El-Husaini, A., & Faiza, F. (2025). The Semiotic Shield: A Multi-Generational Structural Equation Modeling Analysis of Linguistic Resistance and Digital Agency in Indonesia's Post-Truth Era.
Penulis Artikel: Rachel Wijayani (cel)


