Cotota Coto Makassar Pare, Obat Rindu Anak Rantau
Di tengah rutinitas kursus bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare, ada satu warung yang diam-diam jadi pelarian emosional para perantau: Cotota Coto Makassar. Kuah rempah kentalnya bukan cuma soal rasa, tapi soal perasaan yang susah dijelaskan kalau belum pernah jauh dari rumah.
Pare, Kediri. Kamu baru selesai sesi speaking empat jam. Otak penuh vocab, telinga penuh aksen. Dan tiba-tiba, entah kenapa, kamu kangen masakan rumah.
Bukan lapar biasa. Itu yang namanya homesick.
Kabar baiknya: di Jalan Flamboyan, Tulungrejo, ada sebuah warung kecil bernama Cotota Coto Makassar yang sudah jadi semacam "pojok nostalgia" bagi ratusan pelajar rantau di Kampung Inggris Pare, Kediri.
Dan kalau kamu belum ke sana, kamu mungkin sedang melewatkan salah satu comfort food terbaik yang ada di area ini.
Kenapa Makanan Bisa Mengobati Rindu?
Ini bukan lebay. Ini sains.
Peneliti Vignolles dan Pichon (2014) serta Baker et al. (2005) menyebut bahwa konsumsi makanan adalah hal yang paling mungkin mengingatkan seseorang pada masa lalu.
Karena makanan melibatkan banyak indera sekaligus, yakni aroma, rasa, tekstur, sampai suara wajan di dapur, ia sangat efektif membawa konsumen menelusuri kenangan positif dan menyembuhkan rasa rindu.
Makanya warung makan khas daerah tidak sekadar tempat makan. Ia adalah terminal kenangan.
Kalau kamu perantau dari Sulawesi, satu sendok kuah Coto Makassar di Cotota bisa langsung ngobatin rindu ke keluarga. Tapi bahkan kalau kamu dari Jawa, Sumatera, atau mana pun, kuah rempah yang kental dan hangat itu punya cara tersendiri untuk membuat kamu merasa... lebih baik.
Siapa di Balik Cotota?
Cotota Coto Makassar di Kampung Inggris Pare didirikan oleh Faisal, seorang pemuda asal Makassar yang awalnya tidak berniat serius terjun ke dunia kuliner.
"Sebenarnya coto ini awalnya sampingan doang, cari kesibukan sambil ngajar. Tapi pas sudah mulai normal, ternyata lumayan rame, akhirnya saya resign dan fokus ke sini," cerita Faisal.
Pandemi memang memukul banyak orang, tapi bagi Faisal, masa sepi itu justru jadi titik awal lahirnya warung yang kini jadi favorit anak kursus.
Yang menarik, sebelum resmi buka, Faisal tidak asal-asalan soal rasa. Dia melakukan uji coba resep sampai 13 kali, dengan teman-temannya sesama warga Makassar yang ada di Pare sebagai juri. Tujuannya satu: memastikan rasa Cotota benar-benar otentik, bukan sekadar mirip-mirip.
Hasilnya? Warung yang sekarang menjadi jujugan favorit, bukan hanya bagi pelajar dari Sulawesi, tapi juga bagi siapa saja yang sedang butuh semangkuk sesuatu yang hangat dan bermakna.
Apa yang Bikin Coto Makassar Beda?
Coto Makassar bukan sekadar sup daging biasa. Kompleksitas rasanya datang dari racikan Rampa Patampulo, yakni 40 jenis rempah yang digunakan dalam proses memasaknya.
Beberapa rempah kunci yang membentuk karakter kuahnya:
- Kemiri, yang membuat kuah terasa kental dan gurih
- Ketumbar dan jintan, yang memberi aroma khas dan kehangatan
- Serai, untuk layer rasa yang segar dan harum
- Pala, yang menambah kedalaman rasa secara keseluruhan
Kuah kental ini disajikan dengan isian yang bisa kamu pilih sendiri: daging sapi, paru, babat, atau bakso. Pelengkapnya? Perasan jeruk nipis segar dan sambal tauco yang khas, dua elemen yang mengangkat seluruh pengalaman makanmu ke level berbeda.
Disantap bersama ketupat atau buras (lontong khas Makassar), satu porsi Cotota bisa bikin kamu kenyang sekaligus tenang.
Berapa Harganya? Ramah Kantong Pelajar?
Harga di Cotota Coto Makassar Pare berkisar antara Rp13.000 hingga Rp20.000 per porsi, tergantung pilihan isian.
Untuk ukuran comfort food dengan rempah selevel ini, harga segitu jelas tidak ada lawannya di Pare.
AdeSukma, salah satu pengulas di Lemon8, merangkum pengalamannya dengan jujur: "Dengan porsi besar seharga 20k, saya merasa ini adalah nilai yang sangat baik. Dagingnya empuk dan lontongnya lembut, ditambah sambalnya yang pedas, membuat pengalaman kuliner saya semakin sempurna."
Sementara Reni Maritasari, juga dari Lemon8 dengan rating 8.5/10, menyebut kuah Cotota "sangat kental dan kaya akan cita rasa rempah seperti kemiri, ketumbar, dan bawang merah, memberikan sensasi hangat di mulut."
Baca Juga: Seblak Warjok Pare, Pedas Ekstrem, Kantong Aman
Di Mana Lokasi Cotota?
Cotota Coto Makassar berlokasi di Jalan Flamboyan, Tulungrejo, Pare, Kabupaten Kediri. Kawasan ini masuk dalam wilayah Kampung Inggris, mudah dijangkau dengan sepeda atau jalan kaki dari sebagian besar lembaga kursus yang ada di area Tulungrejo.
Warung ini buka pada jam-jam makan siang dan malam, cocok banget dijadikan tujuan setelah kamu selesai kelas sore. Untuk jam operasional terkini, kamu bisa langsung cek atau tanya ke teman sekost yang sudah pernah ke sana, karena jam buka warung skala ini kadang menyesuaikan kondisi.
Bukan Sekadar Warung, Tapi Tempat Pulang
Kalau kamu sedang di Kampung Inggris Pare dan merasa lelah bukan karena pelajarannya, tapi karena jauh dari rumah, mungkin yang kamu butuhkan bukan tidur lebih awal.
Mungkin yang kamu butuhkan adalah semangkuk Coto Makassar dari Cotota.
Hangat, kental, dan entah kenapa bisa bikin perasaan sedikit lebih ringan. Seperti kata para peneliti itu: makanan yang akrab bisa jadi cara paling sederhana untuk merasa seperti di rumah, meskipun kamu sedang 500 kilometer jauhnya dari sana.
Dan kalau kamu penasaran soal tempat-tempat lain yang bisa bikin pengalaman merantau di Pare terasa lebih bermakna, ada tulisan menarik soal ruang ketiga di Pare yang membahas kenapa kafe, warung, dan sudut-sudut kecil di sini punya peran yang lebih besar dari yang kamu kira: Ruang Ketiga Pare, Tempat Ketiga yang Bikin Betah Rantau.
![]() |
| Semangkuk Cotota Coto Makassar Pare dengan kuah kental dan isian daging sapi |
Cotota Coto Makassar di Jalan Flamboyan, Pare adalah warung autentik yang dibangun di atas riset rasa serius dan semangat perantau.
Dengan harga Rp13.000-20.000, kuah 40 rempah yang kental, dan cerita pendiri yang relatable, Cotota bukan sekadar pilihan makan siang, tapi jawaban nyata untuk rasa homesick yang sering menyerang anak kursus di Kampung Inggris.
FAQ
Apa itu Coto Makassar dan apa bahan dasarnya?
Coto Makassar adalah sup tradisional khas Sulawesi Selatan yang dibuat dari daging sapi (beserta jeroan seperti paru dan babat) yang direbus dalam kaldu kaya rempah.
Bahan dasarnya menggunakan racikan "Rampa Patampulo" atau 40 jenis rempah, termasuk kemiri, ketumbar, jintan, serai, dan pala. Kuahnya berwarna coklat pekat, kental, dan disajikan dengan ketupat atau buras serta sambal tauco.
Coto Makassar biasanya dimakan dengan apa?
Coto Makassar disajikan bersama ketupat atau buras (sejenis lontong khas Makassar) sebagai sumber karbohidratnya. Pelengkap wajibnya adalah perasan jeruk nipis segar untuk menyeimbangkan rasa gurih kuah, dan sambal tauco yang memberi dimensi rasa asin-pedas khas.
Kombinasi ini yang menjadikan pengalaman makan Coto Makassar berbeda dari sup daging lainnya.
Berapa harga Coto Makassar di Cotota Pare?
Di Cotota Coto Makassar yang berlokasi di Jalan Flamboyan, Tulungrejo, Pare, harga per porsi berkisar antara Rp13.000 hingga Rp20.000, tergantung pilihan isian (daging, paru, babat, atau bakso).
Harga ini tergolong sangat terjangkau untuk ukuran hidangan berkuah rempah kompleks, dan cocok dengan budget pelajar yang sedang kursus di Kampung Inggris.
Apa bedanya Coto Makassar dengan Pallubasa?
Coto Makassar dan Pallubasa sama-sama sup daging khas Sulawesi Selatan, tapi keduanya berbeda. Coto Makassar menggunakan kaldu berbasis air dan rempah kering seperti ketumbar-jintan, menghasilkan kuah berwarna coklat bening-pekat.
Pallubasa kuahnya lebih kental karena ditambahkan parutan kelapa sangrai, menghasilkan tekstur dan rasa yang lebih berat dan berminyak. Penyajiannya juga berbeda: Pallubasa umumnya ditambahkan kuning telur mentah di atasnya.
Apakah Coto Makassar di Pare rasanya autentik?
Di Cotota Pare, keaslian rasa dijaga ketat oleh pemiliknya, Faisal, yang merupakan warga asli Makassar. Sebelum membuka warung, Faisal melakukan uji coba resep sebanyak 13 kali dengan teman-temannya sesama orang Makassar sebagai juri.
Proses ini memastikan cita rasa Cotota tidak sekadar "mirip", tapi benar-benar merepresentasikan Coto Makassar yang sesungguhnya, bahkan di tengah Jawa Timur sekalipun.
Lihat Sumber Informasi
02. RRI.co.id. (2024). "Nostalgia Makanan" Obat Rindu Kampung Halaman.
03. Tahukediri.id. (2025). Cotota Coto Makassar, Kuliner Kental Rempah Favorit Anak Kampung Inggris Pare Kediri.
Penulis Artikel: Rachel Wijayani (cel)


