Ruang Ketiga Pare, Kafe Nugas dan Nongkrong Gen Z
Ruang ketiga Pare telah bertransformasi jadi solusi nugas dan pelarian homesick bagi Gen Z Kampung Inggris dengan perpaduan kafe modern dan kuliner nostalgia. Temukan rekomendasi spot nongkrong produktif lengkap dengan Wi-Fi kencang, suasana aesthetic, dan menu kekinian yang tetap ramah di kantong pelajar.
Pare, Kediri, nggak cuma dikenal sebagai Kampung Inggris. Kota kecil ini sekarang punya denyut nadi baru: ruang ketiga Pare yang jadi tempat nugas, nongkrong, dan ngobatin rindu rumah.
Saya lihat bagaimana kafe-kafe di sini berubah fungsi jadi ruang pelarian nyaman setelah kamar indekos dan ruang kelas.
Gen Z Pare butuh tempat yang nggak cuma jual kopi, tapi juga kasih kenyamanan sensorik, Wi-Fi gratis, dan colokan listrik yang nggak perlu diperebutkan.
Mereka butuh ruang untuk bernapas di sela rutinitas kursus intensif. Dan Pare, dengan segala keterbatasannya, ternyata ngerti betul kebutuhan itu.
Apa Itu Ruang Ketiga?
Ruang ketiga adalah tempat berkumpul netral di luar rumah dan tempat kerja atau sekolah yang memfasilitasi interaksi sosial dan pembangunan komunitas. Konsep yang dicetuskan sosiolog Ray Oldenburg ini menempatkan kafe, warung kopi, atau ruang publik sebagai elemen penting keseimbangan hidup modern.
Di Pare, ruang ketiga ini punya makna lebih dalam. Bagi ribuan perantau muda yang tinggal di asrama atau indekos sempit, kafe jadi satu-satunya ruang privat yang bisa mereka miliki.
Di sinilah mereka bisa berpikir jernih, mengerjakan tugas tanpa gangguan teman sekamar, atau sekadar menenangkan diri setelah seharian penuh menghafal grammar.
Faktor yang bikin Gen Z betah berlama-lama di ruang ketiga Pare meliputi:
- Kenyamanan sensorik (pencahayaan cukup, musik nggak terlalu keras, suhu ruangan pas)
- Konektivitas (Wi-Fi stabil buat riset dan upload tugas)
- Akses listrik (colokan tersedia di setiap meja atau area tertentu)
- Harga terjangkau (mulai Rp7.000 untuk kopi, sesuai kantong pelajar)
Kenapa Nugas di Kafe Lebih Produktif?
Nugas di kafe lebih produktif karena lingkungan baru dan suasana santai dapat memulihkan kapasitas perhatian otak yang kelelahan akibat belajar intensif.
Fenomena ini dijelaskan dalam Attention Restoration Theory (ART) yang menyatakan bahwa perubahan suasana memberikan efek relaksasi objektif untuk mengembalikan level konsentrasi.
Saya perhatikan sendiri pola ini. Pelajar yang seharian di kelas dengan AC dan papan tulis putih, sore harinya butuh suasana berbeda. Mereka butuh pemandangan yang berubah, suara latar yang berbeda dari suara pengajar, dan aroma kopi yang bisa memicu fokus baru.
Efek psikologis nongkrong sambil nugas di ruang ketiga Pare:
- Menghilangkan stres dari tekanan target hafalan dan ujian
- Mencegah burnout dengan memberikan jeda mental
- Meningkatkan kreativitas lewat stimulasi lingkungan baru
- Membangun komunitas dengan bertemu teman-teman seperjuangan
Di Mana Saja Spot Kafe Terbaik untuk Nugas di Pare?
Pare memiliki deretan kafe yang mendukung produktivitas Gen Z dengan berbagai karakter suasana, mulai dari yang modern kekinian hingga yang tenang bernuansa alam. Setiap kafe menawarkan keunggulan berbeda sesuai kebutuhan belajar dan nongkrong pengunjungnya.
D'goda Coffee dan Circle Coffee Pare cocok buat kamu yang suka suasana modern dan kekinian. Kedua kafe ini buka dari pagi hingga malam, menawarkan menu lengkap dengan harga bersahabat. Desainnya yang modern sampai rooftop jadi nilai plus buat kamu yang butuh variasi pemandangan saat nugas.
Sio Punci Coffee adalah jawaban buat kamu yang butuh ketenangan ekstra. Kafe ini punya karakter tenang yang sangat ideal untuk membaca buku serius atau ngerjain skripsi yang butuh konsentrasi tinggi. Nggak ada musik keras, nggak ada keramaian berlebihan.
Balok Kayu dan Saung Kang Mas menawarkan alternatif bagi kamu yang bosan dengan suasana kota. Kedua tempat ini cocok untuk pelajar yang ingin menepi mencari ketenangan dengan nuansa kayu atau alam. Suasana yang lebih natural bisa memberikan efek relaksasi lebih dalam.
Fasilitas yang wajib kamu cek sebelum memilih kafe untuk nugas:
- Jam operasional (pastikan sesuai jadwal belajarmu)
- Ketersediaan colokan (bawa extension cord kalau perlu)
- Kecepatan Wi-Fi (test dulu sebelum betah berlama-lama)
- Variasi menu (biar nggak bosan kalau datang setiap hari)
Bagaimana Kuliner Nostalgia Usir Homesick di Pare?
Kuliner nostalgia di Pare bertransformasi menjadi comfort food modern yang dirancang khusus untuk mengobati rindu rumah para perantau muda. Inovasi menu tradisional dengan sentuhan kekinian menjadi strategi ampuh mengusir homesick sambil tetap ramah di budget pelajar.
Pare dipenuhi kuliner mengenyangkan yang pas dengan kantong perantau. Ada Nasi Kebuli Hj. Inayah, Ketan Susu (Tansu) Bu Amik, Bakso Beranak Wikwik, hingga Sate Taichan Mamak. Tapi yang paling menarik perhatian saya adalah revolusi bubur kacang hijau.
Bubur Kacang Hijau Umi jadi contoh sempurna bagaimana makanan tradisional bisa beradaptasi dengan selera Gen Z. Umi Nadya (Nadatul Khairunisa), pemilik kedai ini, menyadari bahwa Pare dipenuhi perantau muda yang kangen masakan rumah.
"Bubur itu kan identik dengan orang lansia zaman dahulu. Jadi gimana caranya biar masuk ke Gen Z, akhirnya muncul ide dibuat topping es krim, Oreo, dan durian," jelas Umi Nadya.
Inovasi ini terbukti sukses. Syahkal (18 tahun), pelajar dari Ambon yang sudah 6 bulan di Pare, mengaku hampir tidak pernah absen jajan di sana. "Saya di sini sudah sering sekali, setiap sore ke sini. Paling favorit menu original, dan saya selalu beli dua," tuturnya.
Menu tradisional dengan sentuhan modern ini memberikan:
- Rasa familiar yang mengingatkan pada masakan ibu di kampung halaman
- Kemasan trendy yang layak diunggah di media sosial
- Harga terjangkau yang sesuai dengan uang saku pelajar
- Variasi topping yang bisa disesuaikan dengan mood dan budget
Berapa Budget yang Perlu Disiapkan untuk Nongkrong di Pare?
Budget nongkrong di ruang ketiga Pare sangat terjangkau dengan range Rp7.000 hingga Rp25.000 per kunjungan untuk kopi dan camilan ringan. Harga ini jauh lebih bersahabat dibandingkan kota-kota besar dan sangat sesuai dengan daya beli pelajar atau perantau muda.
Dari pengamatan saya, sebagian besar kafe di Pare menerapkan strategi harga yang realistis. Mereka paham bahwa target pasar utama adalah pelajar kursus bahasa yang hidup dari uang saku bulanan atau kiriman orang tua.
Rincian budget nongkrong produktif di Pare:
- Kopi hitam/kopi susu: Rp7.000 - Rp15.000
- Minuman non-kopi (teh, coklat, jus): Rp10.000 - Rp18.000
- Makanan ringan (kentang goreng, roti bakar): Rp12.000 - Rp20.000
- Makanan berat (nasi goreng, mie, pasta): Rp18.000 - Rp30.000
- Bubur kacang hijau dengan topping: Rp10.000 - Rp20.000
Tips hemat nongkrong sambil nugas di Pare:
- Datang di jam-jam tertentu yang ada promo atau diskon
- Bagi satu porsi camilan dengan teman untuk hemat
- Manfaatkan program loyalitas atau kartu member kalau ada
- Bawa botol minum sendiri untuk isi ulang air putih gratis
![]() |
| Bubur kacang hijau topping modern kuliner nostalgia Pare untuk Gen Z |
Ruang ketiga Pare telah berevolusi menjadi ekosistem lengkap yang mendukung produktivitas dan kesehatan mental Gen Z Kampung Inggris.
Perpaduan antara kafe modern dengan fasilitas memadai dan kuliner nostalgia yang berinovasi menciptakan keseimbangan sempurna antara kerja dan relaksasi.
Bagi perantau muda, tempat-tempat ini bukan sekadar lokasi nongkrong, tapi rumah kedua yang mengobati rindu dan memulihkan semangat belajar.
FAQ
Apa itu ruang ketiga?
Ruang ketiga adalah tempat berkumpul netral di luar rumah (ruang pertama) dan tempat kerja atau sekolah (ruang kedua) yang memfasilitasi interaksi sosial informal. Konsep ini dicetuskan sosiolog Ray Oldenburg untuk menggambarkan kafe, warung kopi, taman, atau ruang publik lainnya yang menjadi arena pembangunan komunitas dan pelarian dari tekanan kehidupan sehari-hari.
Apa itu third space?
Third space atau ruang ketiga merujuk pada lingkungan sosial yang terpisah dari rumah dan tempat kerja, di mana orang dapat bersantai, berinteraksi, dan membangun hubungan sosial tanpa tekanan formal. Di konteks Pare, third space ini diwujudkan dalam bentuk kafe-kafe yang menyediakan Wi-Fi, colokan listrik, dan suasana nyaman untuk nugas sekaligus nongkrong bagi pelajar Kampung Inggris.
Mengapa kafe menjadi ruang ketiga ideal untuk Gen Z?
Kafe menjadi ruang ketiga ideal untuk Gen Z karena menyediakan kenyamanan sensorik, konektivitas internet, dan fleksibilitas yang tidak dimiliki ruang kelas atau kamar indekos. Gen Z membutuhkan tempat yang bisa mendukung produktivitas kerja atau belajar sambil tetap memungkinkan interaksi sosial dan ekspresi diri dalam suasana yang aesthetic dan Instagramable.
Bagaimana cara memilih kafe yang cocok untuk nugas di Pare?
Pilih kafe di Pare berdasarkan kriteria kecepatan Wi-Fi, ketersediaan colokan listrik, tingkat kebisingan, jam operasional, dan variasi menu. Pertimbangkan juga jarak dari tempat tinggal dan budget harian. Untuk konsentrasi tinggi, pilih kafe seperti Sio Punci Coffee yang tenang. Untuk suasana lebih santai dan kekinian, D'goda Coffee atau Circle Coffee bisa jadi pilihan.
Lihat Sumber Informasi
02. Internship Radar Kediri. (2025). 8 Kafe di Pare Kediri yang Wajib Kamu Coba, Nomer 5 Paling Hemat & Cozy!. JP Radar Kediri.
03. TribunJatim Official. (2025). Bubur Kacang Ijo Aneka Topping di Pare Kediri, Sensasi Tradisional Disukai Gen Z. Liputan Video YouTube TribunX.
Penulis Artikel: Rachel Wijayani (cel)


