Masjid An-Nur Pare. Adem, Estetik, Gratis Pula

Eksterior Masjid Agung An-Nur Pare dengan atap tajug khas Jawa dari sudut jalan

Masjid Agung An-Nur Pare bukan sekadar tempat salat, tapi juga titik istirahat favorit para pelajar Kampung Inggris yang kelelahan setelah seharian kursus. Arsitekturnya juara internasional, revitalisasinya baru selesai 2025, dan semuanya gratis.

Jam tiga sore. Kamu baru keluar dari sesi speaking class. Kepala penuh vocab, badan minta istirahat, dan dompet minta dikasihani. Kamu butuh tempat duduk yang adem, tenang, dan tidak menagih bayaran.

Masjid Agung An-Nur Pare jawabannya.

Letaknya hanya sekitar 1 kilometer dari pusat Kampung Inggris. Cukup dekat untuk jalan kaki santai, cukup jauh dari kebisingan kelas untuk benar-benar bisa napas lega. Dan kalau kamu mengira ini masjid kampung biasa, bersiaplah sedikit terkejut.


Siapa yang Bangun Masjid Ini?

Masjid Agung An-Nur Pare dirancang oleh John Portman, arsitek asal Amerika Serikat. Nama "An-Nur" sendiri diambil dari nama Kyai Nurwahid, pahlawan pejuang Islam lokal asal Pare.

Pembangunannya mulai tahun 1996, sempat mandek karena krisis moneter 1997, lalu selesai dengan biaya sekitar Rp 200 miliar.

Yang bikin masjid ini bukan sekadar besar: pada 1999, masjid ini memenangkan Juara Pertama Sayembara Internasional Perancangan Arsitektural Masjid dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Bukan lomba antar RT, ini kompetisi dunia.


Arsitekturnya Seperti Apa?

Masjid An-Nur Pare menggabungkan dua hal yang kelihatannya tidak nyambung tapi ternyata pas:

  • Atap tajug dan joglo khas Jawa Klasik, warisan era Kerajaan Kahuripan
  • Konsep "exploded column" ala modern, kolom yang dibengkokkan untuk menghubungkan lantai atas dan bawah

Desain exploded column ini bukan sekadar estetika. Fungsinya nyata: sirkulasi udara jadi lebih baik, dan masjid terasa sejuk meskipun tanpa AC penuh.

Buat kamu yang suka foto, struktur kolom ini sudah jadi objek favorit bahkan sebelum revitalisasi terbaru.


Apa yang Baru Setelah Revitalisasi 2025?

Masjid An-Nur Pare baru saja selesai revitalisasi tahap II pada akhir 2025. Wajahnya berubah cukup signifikan:

  • Tembok tepi jalan dibongkar, masjid kini lebih terbuka dan terasa ramah
  • Dinding kaca diganti dengan krawangan (panel tembok berlubang), yang secara akustik membuat suara tidak lagi memantul

Soal perubahan krawangan ini, Joko Riyanto, Kabid Cipta Karya DPKP Kabupaten Kediri, menjelaskan langsung fungsinya: "Jika sebelumnya suara di sana menggema, dengan penggantian tembok tersebut suara sudah tidak memantul."

Selain itu, kini ada tambahan:

  • Fasilitas akses disabilitas
  • Area parkir yang lebih luas
  • Miniatur Kakbah dan penanda bukit Safa-Marwa di sisi utara, yang sekarang jadi spot foto dan lokasi kegiatan manasik haji

Soal kebersihan, ulasan pengunjung di direktori peta berbicara sendiri.

Satu komentar yang sempat menarik perhatian: "Masjid agungnya bersih, lingkungannya asri banyak pohon dan burung, namun ga ada tai burung sama sekali baik di dinding maupun lantai masjid." Entah bagaimana caranya, tapi itu memang pencapaian tersendiri.


Kenapa Pelajar Kampung Inggris Sering ke Sini?

Karena jarak dan suasananya memang pas.

Dafid Fuadi, Ketua Takmir Masjid Agung An-Nuur Pare, mengamati pola yang konsisten: kajian di masjid didominasi para pendatang. "Mungkin untuk menghabiskan waktu jelang Maghrib. Jadi tidak hanya belajar bahasa di Kampung Inggris, tapi juga mencari kegiatan di sini untuk menambah ilmu," ungkapnya.

Muhammad Ilham, seorang pemuda asal Ngronggo yang berkunjung, menceritakan pengalamannya lebih santai: "Tadi habis cari takjil sama teman-teman. Terus kedengaran dari arah masjid ada ceramah. Sekalian ikut sambil nunggu azan Maghrib."

Itulah Masjid An-Nur dalam praktiknya. Tidak ada paksaan, tidak ada agenda besar, hanya tempat yang terbuka dan tidak menghakimi.


Baca Juga: Candi Tegowangi Pare, Healing Gratis Dekat Kampung Inggris

Ada Apa Saat Ramadan?

Kalau kamu kebetulan kursus di Kampung Inggris saat bulan Ramadan, pelataran Masjid An-Nur Pare berubah jadi pusat bazar takjil. Ramai, tapi tidak chaos.

Di dalam masjid, rutin diadakan kajian kitab seperti Aqidatul Muslimin dan Asrorus Saum sambil menunggu waktu Maghrib. Gratis, terbuka untuk umum, tidak perlu daftar.

Buat kamu yang jauh dari rumah dan sedang puasa di perantauan, suasana ini bisa jadi obat rindu yang tidak perlu tiket pulang.


Gimana Cara ke Sana?

Masjid Agung An-Nur Pare beralamat di Jl. Matahari No. 2, Pare, Kabupaten Kediri. Dari pusat Kampung Inggris, jaraknya sekitar 1 kilometer dan bisa ditempuh dengan jalan kaki atau naik ojek.

Parkir luas, akses sudah diperbaiki termasuk untuk pengguna kursi roda.

Tidak perlu ngatur jadwal khusus. Singgah saja kapan kamu perlu.

Kalau kamu sedang mencari tahu lebih banyak tentang aktivitas dan tempat menarik selama kursus di Pare, artikel tentang edutourism Kampung Inggris Pare bisa jadi bacaan lanjutan yang pas.


Detail kolom exploded column Masjid An-Nur Pare karya arsitek John Portman
Detail kolom exploded column Masjid An-Nur Pare karya arsitek John Portman

Masjid Agung An-Nur Pare adalah ruang istirahat gratis yang kebetulan punya arsitektur berkelas dunia. Buat pelajar Kampung Inggris yang butuh jeda dari rutinitas kursus, tempat ini menawarkan ketenangan, keindahan visual, dan komunitas yang tidak mempermasalahkan kamu datang sendirian.


FAQ

1. Apakah Masjid An-Nur Pare boleh dikunjungi wisatawan non-Muslim?

Masjid Agung An-Nur Pare terbuka untuk umum sebagai destinasi wisata arsitektur. Pengunjung non-Muslim dipersilakan melihat eksterior dan area publik masjid dengan berpakaian sopan dan menjaga sikap. Untuk memasuki area ibadah utama, berlaku ketentuan standar masjid pada umumnya.

2. Apa yang membuat arsitektur Masjid An-Nur Pare berbeda dari masjid lain?

Masjid An-Nur Pare dirancang oleh arsitek Amerika John Portman dengan konsep "exploded column" yang menggabungkan atap tajug dan joglo khas Jawa dengan desain modern. Perpaduan ini memenangkan Juara Pertama Sayembara Internasional Arsitektural Masjid dari Pemerintah Arab Saudi pada 1999.

3. Apakah ada fasilitas khusus untuk pelajar atau pengunjung yang ingin istirahat?

Masjid An-Nur Pare menyediakan area terbuka yang luas, parkir gratis, dan suasana sejuk yang ramah pendatang. Setelah revitalisasi 2025, akses disabilitas juga sudah tersedia. Tidak ada biaya masuk dan tidak ada batasan waktu kunjungan di luar jam ibadah.

4. Miniatur Kakbah di Masjid An-Nur Pare itu untuk apa?

Miniatur Kakbah dan penanda bukit Safa-Marwa di sisi utara Masjid An-Nur Pare dibangun sebagai bagian dari revitalisasi 2025. Fungsinya untuk kegiatan manasik haji, sekaligus menjadi spot foto baru yang cukup populer di kalangan pengunjung.

5. Kapan waktu terbaik mengunjungi Masjid An-Nur Pare?

Sore hari menjelang Maghrib adalah waktu paling ramai sekaligus paling atmosferik, terutama saat Ramadan ketika bazar takjil dan kajian kitab berlangsung di masjid. Di luar Ramadan, pagi hingga siang hari terasa lebih tenang dan cocok untuk yang ingin istirahat atau sekadar menikmati arsitektur masjid.

Lihat Sumber Informasi
Referensi Tulisan: 01. Universitas Negeri Surabaya - Ilmu Komunikasi. (2025). Menelisik Sejarah Berdirinya Kampung Inggris Pare, Tempat Bertemunya Bahasa dan Budaya.
02. detikTravel. (2014). Masjid Agung An Nur Pare Kediri, Arsitekturnya Unik! detik.com. https://travel.detik.com
03. Radar Kediri. (2026). 'Kakbah' Masjid An-Nur Kediri Jadi Tempat Manasik, Revitalisasi Selesai. Jawa Pos Radar Kediri.
Penulis Artikel: Rachel Wijayani (cel)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *