Bahasa Inggrisnya Masuk Angin, Ini Cara Bilang ke Dokter
Karena masuk angin masuk kategori culture-bound syndrome, alias sindrom terkait budaya, atau biasa disebut folk illness. Ini kombinasi gejala fisik dan psikis yang cuma diakui sebagai penyakit di budaya tertentu, dalam kasus ini budaya Indonesia dan Jawa.
Penyakit
ini nggak diakui secara global karena nggak punya bukti kelainan biokimia atau
struktural pada organ tubuh yang objektif secara medis Barat. Bahkan di DSM-5,
panduan diagnosis psikiatri global, istilah semacam ini sekarang masuk kategori
cultural concepts of distress.
Secara
etimologi, orang sering menerjemahkannya jadi "wind entering the
body". Kepercayaannya, penyakit ini disebabkan angin, misalnya angin malam
karena begadang atau AC terlalu dingin, yang masuk ke tubuh. Makanya cara
penyembuhannya juga khas, lewat sendawa, buang angin, atau kerokan.
Ada Berapa Jenis Masuk
Angin Menurut Antropologi Kesehatan?
Ada tiga
tingkatan menurut kajian antropologi kesehatan, khususnya di masyarakat Jawa:
- Masuk angin biasa: kondisi ringan, penderita
masih bisa beraktivitas, gejalanya perut kembung, badan panas, dan
pegal-pegal
- Masuk angin berat: terjadi karena menunda makan,
minum, atau istirahat demi kerjaan, gejalanya lebih parah sampai muntah
dan diare
- Masuk angin kasep atau angin
duduk: kondisi
darurat karena gejala dibiarkan terlalu lama, muncul tiba-tiba berupa
nyeri dada dan tubuh lemas mendadak, bahkan bisa berujung kematian
Catatan
pentingnya, secara medis Barat, gejala angin duduk ini sering kali justru
merupakan tanda serangan jantung. Jadi jangan dianggap remeh cuma karena
namanya kedengaran "cuma masuk angin".
Apa Padanan Bahasa Inggris
yang Benar untuk Masuk Angin?
Kalau
gejalanya mirip flu ringan, kamu bisa pakai istilah medis terdekat berikut ini:
- Common cold, istilah medis terdekat untuk
masuk angin biasa
- Cold symptoms, dipakai kalau disertai badan
nggak enak, batuk, pilek, atau sakit tenggorokan
- Contoh kalimat: "I
think I'm coming down with something, I have cold symptoms."
- Contoh kalimat: "I have
caught a cold."
Kalau mau
lebih spesifik lagi, jelaskan berdasarkan gejalanya langsung, bukan nama
penyakitnya:
- Nggak enak badan secara umum,
bilang "I'm not feeling well" atau "I feel
unwell"
- Perut kembung dan begah, bilang
"I feel bloated" atau "I have an upset
stomach"
- Mual, bilang "I feel
nauseous"
- Meriang dan pegal-pegal, bilang
"I have chills and body aches"
- Nyeri tumpul atau pegal
konstan, bilang "I have a dull ache in my back"
- Pusing atau kleyengan, bilang "I
feel dizzy"
Baca Juga: Sungkan dan Basa-Basi, Ini Padanan Bahasa Inggrisnya
Kenapa Kerokan Bisa Bikin
Salah Paham Sampai Dilaporkan ke Polisi di Luar Negeri?
Karena
bekas merah di kulit akibat kerokan sering disalahartikan sebagai tanda
kekerasan fisik oleh tenaga medis asing yang nggak familiar sama tradisi ini.
Sandra Kosasih-Beauchamp, penerjemah medis asal Indonesia yang berpengalaman di
Pasadena, California, menekankan bahayanya.
Beliau
menjelaskan situasinya:
"Kalo
masuk angin... itu berbahaya karena jika dokter melihat tanda merah di
punggung, seperti ini pada anak, mereka takut akan mengira itu kekerasan pada
anak. Jadi mereka bakal melaporkan ke social worker."
Ini bukan
cerita rekaan belaka. Laporan kasus forensik internasional yang ditulis
Prashant N. Samberkar, Snehlata P. Samberkar, dan Roger W. Byard mencatat kasus
nyata seorang wanita Indonesia berusia 30 tahun. Ia mengeluh nyeri dada dan
kembung, lalu melakukan kerokan.
Setelah
meninggal, yang belakangan terbukti secara histologi disebabkan miokarditis,
bekas luka kerokan di lehernya justru memicu investigasi polisi dan autopsi
forensik karena dicurigai bekas pencekikan. Ini bukti nyata kenapa penjelasan
budaya itu sepenting penjelasan medisnya.
Apakah Kerokan Punya
Manfaat Medis yang Bisa Dijelaskan Secara Ilmiah?
Menurut
Prof. Dr. Atik Triratnawati, Guru Besar Antropologi Kesehatan FIB UGM, ada
sudut pandang medis yang melihat efektivitasnya. Dalam pidato pengukuhannya
sebagai Guru Besar UGM pada Juni 2025, ia menyampaikan:
"Efektivitas
kerokan berkaitan dengan meningkatnya suhu tubuh dan kelancaran sirkulasi
darah... Jika dilakukan dengan benar, kerokan mendukung prinsip pemikiran sehat
dan sakit."
Jadi kalau
kamu ketemu dokter asing dan ditanya soal bekas kerokan, kamu bisa jelaskan ini
sebagai terapi tradisional yang berkaitan dengan peningkatan sirkulasi darah,
bukan tanda kekerasan.
![]() |
| Menjelaskan gejala masuk angin ke dokter dalam bahasa Inggris |
Bagaimana Cara Aman
Menjelaskan Gejala ke Dokter di Luar Negeri?
Beberapa
langkah praktis yang bisa kamu ingat:
- Jangan terjemahkan istilah
budaya secara harfiah, fokus jelaskan gejala fisiknya
- Gunakan frasa gejala spesifik
seperti bloated, chills, atau body aches
- Kalau ada bekas kerokan,
jelaskan sebagai terapi tradisional yang berhubungan dengan sirkulasi
darah
- Kalau gejalanya berat seperti
nyeri dada mendadak, segera cari pertolongan medis darurat, jangan cuma
dianggap masuk angin biasa
Memahami
perbedaan konsep semacam ini sebenarnya bagian dari fenomena yang lebih luas
soal kata bahasa Inggris tanpa padanan langsung di bahasa Indonesia.
Semakin kamu paham polanya, semakin gampang juga menyiasati situasi serupa di
topik lain.
Kalau kamu
emang serius pengin lancar berkomunikasi soal kesehatan atau topik sehari-hari
lainnya dalam bahasa Inggris, biasanya latihan intensif jauh lebih efektif
dibanding sekadar hafal daftar kosakata. Kamu bisa cek pilihan paket
belajar yang tersedia buat mulai latihan praktis.
Masuk angin
adalah fenomena budaya, bukan diagnosis medis universal, jadi jangan
diterjemahkan harfiah kalau ketemu dokter asing. Fokus jelaskan gejala fisiknya
secara spesifik biar komunikasi medis kamu aman dan nggak menimbulkan salah
paham.
DAFTAR
SUMBER
- Samberkar, P.N., Samberkar,
S.P., & Byard, R.W. (2020). Potential forensic implications of
kerokan therapy - a traditional Indonesian therapy associated with neck
bruising. PubMed.
- Universitas Gadjah Mada (UGM) /
Kompas. (2025). Pidato Pengukuhan Guru Besar Antropologi Kesehatan FIB
UGM oleh Prof. Dr. Atik Triratnawati, M.A.
- Wikipedia English. Culture-bound
syndrome & Cultural Concepts of Distress (DSM-5 & ICD-10).
Penulis: Rachel Wijayani (cel)


