Ghost Words, Kata Hantu di Kamus Inggris Gara-gara Typo
Ghost words kamus Inggris adalah kata palsu yang tidak sengaja terbit di kamus resmi akibat typo atau salah baca, dan sebagian sempat dipakai bertahun-tahun sebelum ketahuan salah.
Saya jamin
kamu bakal kaget, ada kata bahasa Inggris yang lahir bukan dari evolusi bahasa
alami, tapi murni dari kecerobohan editor kamus. Ini bukan mitos, ada bukti
dokumennya.
Apa Itu Ghost Words?
Ghost words
adalah bentuk kata yang tidak pernah benar-benar ada dalam penggunaan resmi
bahasa, tapi secara tidak sengaja terbit di kamus atau karya referensi
otoritatif. Istilah ini pertama kali dicetuskan Walter William Skeat, filolog
terkemuka, dalam pidato kepresidenannya di depan Philological Society tahun
1886.
Penyebab
utamanya cukup sepele:
- Kesalahan ketik atau typo
- Salah cetak oleh mesin cetak
- Salah baca tulisan tangan kuno
oleh editor
- Kesalahan penyalinan oleh juru
tulis abad pertengahan
Apa Bedanya Ghost Words
dengan Nihilartikel?
Ghost words
lahir dari ketidaksengajaan murni, sementara nihilartikel adalah entri palsu
yang sengaja disisipkan penerbit kamus untuk menjebak plagiat. Kalau penerbit
lain menyalin entri itu, penerbit asli punya bukti kuat karyanya dicuri.
Contoh
nihilartikel yang terkenal adalah kata esquivalience di New Oxford
American Dictionary buatan editor Christine Lindberg, dan tokoh fiksi Lillian
Virginia Mountweazel di New Columbia Encyclopedia.
Kata Apa Saja yang Lahir
Akibat Typo Massal?
Ada
beberapa kasus ghost word paling terkenal dalam sejarah leksikografi. Berikut
rangkumannya:
- Dord: muncul di Webster's New
International Dictionary 1934, hasil salah baca slip kertas "D or d,
cont./density" yang terbaca jadi satu kata utuh
- Abacot: muncul tahun 1587 di
Holinshed's Chronicles, ternyata salah cetak dari kata asli bycoket
yang berarti topi abad pertengahan
- Syllabus: salah baca dari kata Yunani sittybos
dalam salinan surat Cicero, akhirnya diserap ke bahasa Inggris dengan
makna kurikulum
- Tweed: salah baca tulisan tangan dari
kata Skotlandia "Tweels" tahun 1826, akhirnya jadi nama
resmi kain karena dianggap lebih menjual
- Morse: typo dari kata nurse di
novel Sir Walter Scott tahun 1821
- Phantomnation: hasil penghilangan tanda
hubung dari phantom-nation karya Alexander Pope
- Kime: typo dari kata knives
dalam artikel majalah Edinburgh Review tahun 1808
Bagaimana Kronologi
Lengkap Kasus "Dord"?
Kasus dord
berawal dari slip kertas editor kimia Austin M. Patterson tanggal 31 Juli 1931
yang bertuliskan "D or d, cont./density". Karena format penulisan
kamus saat itu memakai spasi lebar antarhuruf, tulisan itu terbaca sebagai satu
kata "dord".
Staf
penyusun kamus lalu menggarisbawahi seluruh huruf itu sebagai kepala kata, dan
editor pelafalan pun ikut memberi panduan bunyinya. Jadilah "dord"
resmi berarti massa jenis tanpa etimologi sama sekali.
Emily
Brewster, editor senior Merriam-Webster, mencatat bahwa kesalahan semacam ini
justru terus muncul kembali di kamus-kamus penyusun yang kurang teliti
bertahun-tahun setelahnya, sampai akhirnya dord baru benar-benar dihapus secara
fisik pada 1947.
Baca Juga: Asal Usul Idiom Inggris yang Sejarahnya Ternyata Kelam
Apakah Kesalahan Ejaan
Bisa Melahirkan Kata Baru yang Bertahan Selamanya?
Bisa, dan
beberapa kata hasil kesalahan ini justru bertahan permanen sampai sekarang.
Nickname, umpire, dan ingot adalah contohnya, semua lahir dari salah dengar dan
salah memisahkan suku kata (misdivision).
- Nickname: dari "an ekename"
salah dipisah jadi "a nekename"
- Umpire: dari bahasa Prancis
"nonper" yang salah dengar jadi "an oumpere" sehingga
huruf "n" hilang
- Ingot: dari "l'ingot" yang
hurufnya dikira kata sandang Prancis lalu dihilangkan
Fenomena
ini sedikit mirip dengan kekacauan yang saya bahas soal sejarah ejaan bahasa Inggris secara umum, di mana kesalahan kecil bisa dianggap benar hanya
karena keburu tercetak massal.
Kenapa Kamus Susah
Menghapus Ghost Words yang Sudah Terlanjur Terbit?
Karena
begitu satu kamus menerbitkan kata itu, kamus lain sering menyalinnya
mentah-mentah tanpa verifikasi ulang selama bertahun-tahun. Kasus abacot bahkan
bertahan hampir 300 tahun sebelum James Murray, editor Oxford English
Dictionary, membongkarnya.
Walter
William Skeat sendiri pernah menyindir keras bahwa kata hantu di kamus lahir
murni dari imajinasi editor yang ceroboh atau tidak paham apa yang mereka
tulis.
![]() |
| Pelajar kaget membaca fakta ghost words kamus Inggris typo |
Kenapa Belajar Sejarah
Kata Bisa Bikin Vocabulary Lebih Nempel?
Karena
cerita di balik sebuah kata jauh lebih mudah diingat otak dibanding hafalan
mentah tanpa konteks. Trik ini sering dipakai pengajar bahasa yang paham cara
kerja memori jangka panjang.
Kalau kamu
ingin belajar vocabulary dengan pendekatan cerita seperti ini secara lebih
terarah, kami punya beberapa pilihan program belajar di Kampung Inggris
Pare. Bisa juga cek dulu daftar paket yang tersedia sesuai waktu
belajarmu.
Ghost words
membuktikan bahwa kamus sekelas Merriam-Webster atau Oxford pun pernah
kecolongan gara-gara typo dan salah baca tulisan tangan. Sebagian kata hantu
akhirnya dihapus, tapi sebagian lain seperti nickname dan umpire justru
bertahan permanen jadi bagian resmi bahasa Inggris.
DAFTAR
SUMBER
- Merriam-Webster Ask the Editor.
"Dord: A Ghost Word."
- Smithsonian Magazine. "A
Brief History of Dord."
- Wikipedia. "Ghost
Word."
Penulis: Rachel Wijayani (cel)


