Great Vowel Shift Adalah Biang Kerok Ejaan Inggris
Great vowel shift adalah pergeseran besar pelafalan vokal panjang bahasa Inggris pada 1350 sampai 1700 yang membuat ejaan lama dan ucapan modern berjarak jauh sampai sekarang.
Kalau kamu
pernah bingung kenapa house dibaca "haus" bukan
"housse", jawabannya ada di satu peristiwa linguistik raksasa ini.
Saya bakal jelaskan pelan-pelan tanpa bikin kepala tambah pening.
Apa Itu Great Vowel Shift?
Great vowel
shift adalah perubahan bunyi secara masif dan sistematis pada pelafalan vokal
panjang bahasa Inggris yang berlangsung antara tahun 1350 sampai 1700.
Peristiwa ini menciptakan jarak lebar antara ejaan dan bunyi asli kata.
Ini
termasuk salah satu transformasi linguistik paling ekstrem dalam sejarah karena
mengubah cara pengucapan bahasa Inggris langsung dari akarnya.
Siapa yang Pertama Kali
Meneliti Great Vowel Shift?
Istilah ini
pertama kali diteliti dan dicetuskan oleh Otto Jespersen, ahli bahasa dan
Anglis asal Denmark yang hidup antara 1860 sampai 1943. Nama Jespersen ini yang
jadi rujukan awal studi fenomena ini.
Bagaimana Proses Chain
Shift Terjadi?
Pergeseran
ini bekerja seperti efek domino yang disebut chain shift. Saat satu
bunyi vokal bergeser posisi di mulut, vokal lain ikut bergerak mengisi ruang
kosong yang ditinggalkan.
Secara
anatomi, lidah penutur bahasa Inggris bergerak semakin naik ke atas rongga
mulut saat mengucapkan vokal panjang. Begitu bunyi paling atas sudah mentok
tidak bisa naik lagi, bunyi itu pecah jadi diftong, gabungan dua bunyi vokal
dalam satu suku kata.
Apa Saja Contoh Perubahan
Vokal Sebelum dan Sesudah GVS?
Ada lima
kelompok vokal panjang yang bergeser drastis selama periode ini. Berikut
rangkumannya biar gampang dibayangkan:
- Vokal "A" panjang: dulu dibaca "ah"
seperti kata same mirip psalm, sekarang naik jadi
"ay" seperti seym
- Vokal "E" panjang: dulu dibaca "eh/ay"
seperti feet mirip fate, sekarang jadi "ee"
seperti fiit
- Vokal "I" panjang: dulu dibaca "ee"
seperti wipe mirip weep, sekarang pecah jadi diftong
"ai" seperti waip
- Vokal "O" panjang: dulu dibaca "oh"
seperti boot mirip boat, sekarang naik jadi "oo"
seperti buut
- Vokal "U" panjang: dulu dibaca "oo"
seperti mouse mirip moose, sekarang pecah jadi diftong
"au" seperti maus
Dr. Melinda
Menzer, profesor bahasa Inggris dari Furman University, pernah menjelaskan
bahwa perubahan bertahap inilah yang menjawab kenapa huruf "a" bisa
mewakili tiga bunyi berbeda dalam kata cat, late, dan father.
Kenapa Ejaan Bahasa
Inggris Jadi Kacau Gara-gara Mesin Cetak?
Karena
standardisasi ejaan lewat mesin cetak terjadi tepat di tengah proses Great
Vowel Shift, sementara pelafalan masyarakat masih terus bergerak bebas. Ejaan
keburu dibekukan, ucapan lanjut berubah.
William
Caxton memperkenalkan mesin cetak di Inggris sekitar tahun 1476. Sejak itu,
ejaan harus disamakan agar buku bisa diproduksi massal, padahal Great Vowel
Shift baru selesai sekitar tahun 1700.
Dr. Matthew
Weinberg menggambarkannya sebagai fenomena mirip pergeseran tektonik bahasa
yang terjadi tanpa disadari penuturnya sendiri, dan apa yang terlihat seperti
ketidakteraturan ejaan sekarang sebenarnya rekaman sejarah yang tertinggal.
Kalau kamu
ingin memahami gambaran besar kenapa sejarah ejaan bahasa Inggris bisa
sekacau ini secara menyeluruh, saya sudah bahas lengkap di artikel utama yang
membedah seluruh timeline-nya dari awal.
Baca Juga: Ghost Words, Kata Hantu di Kamus Inggris Gara-gara Typo
Apa Penyebab Great Vowel
Shift Terjadi?
Para
sejarawan bahasa sepakat ini bukan dipicu satu faktor tunggal, melainkan
gabungan beberapa tekanan sosial. Berikut faktor-faktor yang biasa disebut:
- Wabah Black Death abad ke-13
yang mengubah struktur sosial dan memicu mobilitas penduduk antardaerah
- Sentralisasi London sebagai
pusat budaya dan ekonomi yang dialeknya memengaruhi wilayah lain
- Pengaruh bahasa Prancis akibat
kekuasaan Norman yang membuat kelas bangsawan dan rakyat jelata sering
berinteraksi
Apakah Great Vowel Shift
Memengaruhi Karya Shakespeare?
Ya, cukup
memengaruhi cara karya Shakespeare terdengar bagi penonton aslinya dulu. Abir
Wyne, penulis esai linguistik, menyebut suara asli karya-karya Shakespeare jauh
lebih dekat ke bentuk bahasa Inggris kuno dibanding ucapan modern kita
sekarang.
![]() |
| Buku ejaan lama sebelum great vowel shift |
Kenapa Pelafalan Vokal
Bahasa Inggris Susah Buat Orang Indonesia?
Karena satu
huruf vokal bisa punya banyak kemungkinan bunyi akibat warisan Great Vowel
Shift ini, sesuatu yang tidak terjadi di bahasa Indonesia yang pelafalannya
jauh lebih konsisten. Wajar kalau kamu sering salah tebak cara baca kata baru.
Kalau kamu
mau latihan pronunciation secara terstruktur biar tidak asal tebak lagi,
kami menyediakan berbagai program intensif di Kampung Inggris Pare. Cek
juga pilihan paket yang tersedia sesuai kebutuhan belajarmu.
Great Vowel
Shift adalah penjelasan ilmiah kenapa ejaan dan ucapan bahasa Inggris modern
terasa jauh berbeda. Peristiwa ini bergerak lewat efek domino chain shift dan
kebetulan bertabrakan dengan munculnya mesin cetak, sehingga ejaan lama membeku
sementara pelafalan terus berevolusi.
DAFTAR
SUMBER
- Menzer, Melinda. (2002).
"The Great Vowel Shift." Furman Magazine, Vol. 45: Iss. 2,
Article 8.
- Weinberg, Matthew. (2026).
"The Great Vowel Shift: When English Vowels Quietly Moved."
- Wikipedia Contributors. (2025).
"Chain Shift."
Penulis: Rachel Wijayani (cel)


