Apa Bedanya "What Do You Mean?", "What Does That Mean?", dan "What Are You Saying?"

Ilustrasi pria terkejut saat berbicara dengan temannya

Global English - "What do you mean?" menanyakan maksud lawan bicara secara langsung, "what does that mean?" menanyakan arti sebuah kata atau pernyataan, sedangkan "what are you saying?" sering membawa nada emosi, mulai dari bingung sampai menantang.

  • "What do you mean?" dipakai saat ingin tahu maksud seseorang, biasanya bernada netral dan ingin tahu.
  • "What does that mean?" lebih tepat dipakai untuk menanyakan arti kata, istilah, atau simbol tertentu.
  • "What are you saying?" bisa bernada netral, tapi juga bisa terdengar konfrontatif tergantung intonasi dan konteks.
  • Ketiganya sering ditukar secara keliru oleh pembelajar bahasa Inggris karena strukturnya mirip.
  • Pemilihan ungkapan yang tepat memengaruhi kesan sopan, bingung, atau bahkan agresif pada lawan bicara.

Ketiga ungkapan ini kelihatannya sama karena semuanya menanyakan "makna" sesuatu.

Namun dalam percakapan nyata, penutur asli bahasa Inggris membedakannya berdasarkan tiga hal: objek yang ditanyakan, tingkat formalitas, dan muatan emosi di baliknya.

 

Kenapa Ketiga Frasa Ini Sering Tertukar?

Ketiga frasa ini sering tertukar karena strukturnya mirip dan semuanya melibatkan kata "mean" atau "saying" yang berhubungan dengan makna.

Bagi pembelajar bahasa Inggris, terutama penutur bahasa Indonesia, ketiganya bisa diterjemahkan menjadi kalimat yang terdengar mirip: "apa maksudmu?" atau "apa artinya?". Padahal dalam praktiknya, penutur asli memilih salah satu berdasarkan konteks berikut:

  1. Apakah yang ditanyakan adalah maksud seseorang dalam suatu percakapan.
  2. Apakah yang ditanyakan adalah arti dari sebuah kata, istilah, atau simbol yang berdiri sendiri.
  3. Apakah pertanyaan itu muncul karena kebingungan murni atau karena rasa tidak percaya, kaget, atau tersinggung.

Ketiga faktor inilah yang menentukan mana dari tiga ungkapan tersebut yang paling pas dipakai.

 

Apa Arti "What Do You Mean?" dan Kapan Dipakai?

"What do you mean?" dipakai untuk menanyakan maksud atau niat seseorang saat ia baru saja mengucapkan sesuatu yang terasa kurang jelas.

Frasa ini paling umum dan paling netral di antara ketiganya. Anda memakainya ketika lawan bicara sudah mengucapkan sesuatu, tetapi Anda belum menangkap maksudnya secara utuh.

Contoh situasi penggunaan:

  • Saat rekan kerja berkata, "This project needs a different approach," Anda bisa menjawab, "What do you mean? Should we change the timeline or the team?"
  • Saat teman berkata, "I'm not really into this anymore," Anda bertanya, "What do you mean by that?"
  • Saat atasan memberi instruksi ambigu, "Let's keep it simple," Anda bisa bertanya, "What do you mean by simple exactly?"

Nada bicara untuk frasa ini biasanya ingin tahu, bukan menuduh. Intonasi naik di akhir kalimat memperkuat kesan bahwa Anda benar-benar mencari klarifikasi, bukan meragukan lawan bicara.

 

Apa Arti "What Does That Mean?" dan Kapan Dipakai?

"What does that mean?" dipakai untuk menanyakan arti dari sebuah kata, istilah, singkatan, atau pernyataan yang berdiri sendiri, bukan maksud pribadi seseorang.

Perbedaan utamanya dengan "what do you mean?" terletak pada objek pertanyaan. Jika "what do you mean?" menanyakan niat orang, maka "what does that mean?" menanyakan definisi atau arti dari sesuatu, sering kali sesuatu yang bersifat tertulis, teknis, atau istilah asing.

Contoh penggunaan yang lebih tepat:

  • Saat membaca kontrak kerja dan menemukan istilah "force majeure," Anda bertanya, "What does that mean exactly?"
  • Saat teman menggunakan singkatan baru seperti "IYKYK," Anda bertanya, "What does that mean?"
  • Saat melihat simbol pada dashboard mobil menyala, Anda bertanya kepada mekanik, "What does that light mean?"

Frasa ini juga cocok dipakai untuk menanyakan makna dari sebuah pernyataan tertulis, bukan dari orang yang sedang bicara langsung dengan Anda. Karena itu, frasa ini lebih sering muncul dalam konteks membaca dokumen, pesan teks, atau istilah teknis.

 

Apa Arti "What Are You Saying?" dan Kapan Dipakai?

"What are you saying?" dipakai untuk menanyakan inti atau kesimpulan dari apa yang sedang disampaikan seseorang, dan nadanya bisa netral maupun konfrontatif tergantung situasi.

Frasa ini paling rawan disalahpahami karena bisa membawa dua nuansa yang sangat berbeda:

  • Nada netral, dipakai saat seseorang berbicara panjang lebar dan Anda ingin tahu kesimpulannya. Contoh: "So what are you saying? Should we cancel the trip or not?"
  • Nada konfrontatif, dipakai saat Anda merasa tidak percaya atau tersinggung dengan pernyataan lawan bicara. Contoh: "Wait, what are you saying? Are you saying it's my fault?"

Perbedaan nada ini sangat bergantung pada intonasi suara, ekspresi wajah, dan konteks percakapan. Dalam bentuk tulisan seperti pesan teks, frasa ini lebih berisiko disalahartikan sebagai sindiran atau tuduhan dibanding dua frasa lainnya.

 

Baca Juga: Bite the Bullet: Bukan dari Perang Dunia, Ternyata Ini Asalnya

 

Perbandingan Cepat Tiga Frasa Ini

Berikut poin-poin utama yang membedakan ketiga frasa agar mudah diingat.

  • Objek pertanyaan: "what do you mean?" menanyakan maksud orang, "what does that mean?" menanyakan arti kata atau pernyataan tertulis, "what are you saying?" menanyakan inti keseluruhan ucapan.
  • Tingkat formalitas: ketiganya cukup santai dan bisa dipakai dalam percakapan sehari-hari maupun semi-formal.
  • Risiko kesalahpahaman: "what are you saying?" paling berisiko terdengar menuduh, sementara dua frasa lainnya cenderung aman.
  • Konteks umum: "what do you mean?" muncul di tengah dialog langsung, "what does that mean?" muncul saat membaca sesuatu, "what are you saying?" muncul saat merangkum atau meragukan pernyataan panjang.
  • Struktur kalimat lanjutan: ketiganya sering diikuti dengan "by that", "exactly", atau pengulangan kata kunci dari kalimat sebelumnya untuk memperjelas apa yang ditanyakan.

Kesalahan Umum Pembelajar Bahasa Inggris

Beberapa kesalahan berikut sering muncul karena penerjemahan langsung dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.

  1. Memakai "what are you saying?" untuk bertanya arti kata. Seharusnya memakai "what does that mean?" karena yang ditanyakan adalah arti kata, bukan kesimpulan ucapan panjang.
  2. Memakai "what does that mean?" untuk menanyakan maksud pribadi seseorang. Frasa ini terdengar agak kaku jika dipakai untuk hal yang sifatnya personal, lebih pas memakai "what do you mean?".
  3. Mengucapkan "what are you saying?" dengan nada datar padahal bermaksud netral. Tanpa intonasi yang tepat, frasa ini mudah terdengar seperti tuduhan meskipun maksud pembicara sebenarnya hanya ingin klarifikasi.
  4. Terlalu sering mengulang salah satu frasa dalam satu percakapan. Hal ini membuat percakapan terdengar kaku dan berulang, padahal ada variasi lain seperti "could you clarify that?" atau "what do you mean by that exactly?".
  5. Tidak menyesuaikan frasa dengan media komunikasi. Dalam pesan teks tanpa emoji atau tanda baca yang jelas, "what are you saying?" jauh lebih berisiko disalahartikan dibanding saat diucapkan langsung dengan nada bersahabat.
Ilustrasi dua teman mengobrol bingung di kafe
Ilustrasi dua teman mengobrol bingung di kafe

Cara Memilih Frasa yang Tepat Sesuai Konteks

Berikut langkah sederhana untuk menentukan frasa mana yang paling tepat digunakan.

  1. Tentukan dulu apakah Anda menanyakan maksud orang atau arti sebuah kata atau istilah.
  2. Jika menanyakan maksud orang dalam percakapan langsung, gunakan "what do you mean?".
  3. Jika menanyakan arti kata, istilah, singkatan, atau simbol tertulis, gunakan "what does that mean?".
  4. Jika Anda ingin merangkum inti dari ucapan panjang seseorang, gunakan "what are you saying?" dengan nada suara yang tenang.
  5. Jika situasinya berpotensi sensitif, tambahkan kata-kata pelunak seperti "sorry, just to be clear" atau "I want to make sure I understand" sebelum bertanya agar tidak terdengar menuduh.

 

Baca Juga: Sejarah Break a Leg, Kenapa Doa Buruk Jadi Semoga Sukses

 

Kesimpulan

Ketiga ungkapan ini sama-sama berguna untuk meminta klarifikasi, tetapi masing-masing punya tempat yang berbeda.

Gunakan "what do you mean?" saat menanyakan maksud seseorang secara langsung, "what does that mean?" saat menanyakan arti kata atau istilah, dan "what are you saying?" saat merangkum inti pembicaraan sambil tetap menjaga nada suara agar tidak terdengar menuduh.

Dengan memahami perbedaan objek pertanyaan, tingkat formalitas, dan risiko nada bicara pada masing-masing frasa, Anda bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan lebih natural dan percaya diri, baik dalam percakapan santai maupun situasi kerja.

Untuk pembahasan lebih mendalam pada masing-masing frasa, baca juga artikel tentang cara memakai "what do you mean?" secara natural, perbedaan "what does that mean?" dengan ungkapan meminta definisi lainnya, dan cara menghindari kesan menuduh saat memakai "what are you saying?".

 

Penulis & Publikasi: Sholikhatun Nikmah (snn)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *